China Masih Optimistis soal Iran

Kompas.com - 20/04/2010, 19:05 WIB
Editorprimus

BEIJING, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa (20/4/2010) mengatakan masih ada ruang untuk merundingkan solusi bagi program nuklir Iran yang diperselisihkan, meskipun pembicaraan di antara negara kuat untuk memberlakukan sanksi terhadap Teheran.
   
China berada di antara enam negara yang terlibat diskusi mendalam mengenai usulan sanksi baru Dewan Keamanan PBB terhadap Iran menyangkut program nuklirnya. China, salah satu negara anggota DK PBB yang memiliki hak veto, bersikap hati-hati dalam mendukung sanksi terhadap Iran. Beijing berargumen bahwa pihaknya tidak ingin merusak hubungan erat dengan negara pemasok minyak itu.
   
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Jiang Yu, dalam jumpa pers rutin pada Selasa mengatakan enam negara sedang mendiskusikan butir-butir rancangan resolusi DK PBB yang diusulkan Amerika Serikat. Namun, Jiang Yu menegaskan, Beijing tetap berpendirian bahwa perundingan merupakan jalan terbaik bagi Iran.
   
"Kami telah berulang kali menegaskan, enam negara akan melakukan pertemuan di New York bukan berarti pintu akan ditutup untuk dialog, dan perundingan-perundingan," katanya merujuk pada lima anggota Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman atau biasa disebut "5+1".
   
"Kami selalu yakin bahwa dialog dan perundingan merupakan saluran terbaik untuk memecahkan persoalan Iran," ujar Jiang.
     
Pekan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri China, Cui Tiankai mengatakan Beijing masih tetap mendukung dilanjutkan perundingan untuk menyelesaikan sengketa menyangkut program nuklir Iran yang kontroversial, tetapi mengatakan pihaknya terbuka bagi diselenggarakan diskusi-diskusi. "Kami  menyatakan bahwa pihak-pihak terkait telah mengajukan beberapa gagasan tentang bagaimana  menyelesaikan secara pantas  masalah nuklir Iran itu dan mereka juga mengajukan unsur-unsur dari usulan mereka dengan Dewan Keamanan PBB," kata Cui.
       
China, mitra dagang penting Iran, tetap membuat dunia menerka apakah negara itu mendukung sanksi-sanksi baru menyangkut program nuklir  yang disengketakan itu sementara negara-negara Barat mengharapkan Beijing meningkatkan tekanan terhadap republik Islam itu.
      
Para diplomat pekan lalu mengatakan duta besar China di markas besar PBB di New York menunjukkan ketidaksenangannya atas usulan sanksi yang dinilai bakal berdampak pada sektor energi Iran.
   

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.