Uang Lauk-pauk Belum Dibagikan

Kompas.com - 16/10/2009, 04:52 WIB
Editorjimbon

PADANG, KOMPAS.com - Bantuan uang lauk-pauk sebesar Rp 5.000 per orang untuk korban gempa di Sumatera Barat belum dibagikan karena masih menunggu hasil verifikasi data dari kabupaten dan kota. Rencananya, bantuan disalurkan untuk sekitar 200.000 warga yang rumahnya rusak berat dan mengungsi.

”Pendistribusian bantuan uang lauk-pauk masih dalam proses di kabupaten dan kota. Kami menunggu hasil verifikasi penerima yang berhak agar penyaluran bantuan tak kisruh seperti penyaluran BLT (bantuan langsung tunai),” ujar Kepala Sekretariat Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Sumbar Ade Edward di Padang, Kamis (15/10).

Ade menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sumbar telah menyalurkan bantuan uang lauk-pauk ke setiap pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. Pemerintah kabupaten dan pemerintah kota akan melakukan koordinasi penyaluran kepada semua korban.

Menurut Ade, berdasarkan hasil pendataan sementara terdapat sekitar 200.000 orang yang akan diberikan bantuan uang lauk-pauk sebesar Rp 5.000. Mereka adalah korban yang terpaksa mengungsi dan rumahnya rusak berat. Pemerintah Provinsi Sumbar akan membatasi hingga maksimal lima orang dalam satu keluarga yang berhak mendapat bantuan uang lauk-pauk. ”Data yang pasti masih menunggu tim anggaran, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” kata Ade.

Kabar mengenai penyaluran uang lauk-pauk beberapa hari ini sampai kepada para korban gempa di Kecamatan Patamuan dan Lima Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, serta Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. ”Kami sudah didata oleh wali nagari, tetapi sampai sekarang kami belum menerima. Walau Rp 5.000, sangat berarti bagi kami,” ujar Suhaeni (42), warga Nagari Gunung Padang Alai, Kecamatan Lima Koto Timur.

Wali Nagari Malalak Selatan, Kabupaten Agam, Erdinal meminta agar bantuan uang lauk-pauk tak hanya diberikan kepada korban yang rumahnya rusak berat, tetapi juga kepada yang rumahnya rusak sedang.

Di Jakarta, Kepala BNPB Syamsul Maarif kemarin menyebutkan, hingga dua pekan setelah diguncang gempa, sekitar 90.000 keluarga di Sumbar masih membutuhkan tenda untuk berlindung. Karena itu, tanggap darurat belum diakhiri.

Untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah mempertimbangkan untuk mengombinasikan model pembangunan pascagempa di Yogyakarta dan Aceh dengan mengakomodasi nilai kultural Sumbar. Syamsul Maarif mengemukakan hal itu didampingi Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin seusai mengikuti sidang kabinet terbatas tentang penanganan bencana di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis.

Namun, Gamawan kepada pers di Padang, kemarin, mengatakan, pola rehabilitasi dan rekonstruksi tak akan mengadopsi pola di Nanggroe Aceh Darussalam dan Yogyakarta. Pola rekonstruksi dan rehabilitasi Sumbar akan lebih rumit karena ada konsep tanah ulayat kaum yang tak dimiliki wilayah lain.

Menurut Gamawan, total jumlah korban gempa yang meninggal 1.117 orang, terdiri dari 907 korban teridentifikasi dan 210 korban tidak ditemukan karena tertimbun longsoran. Tanggal 5-20 Oktober, Pemerintah Provinsi Sumbar memverifikasi 135.000 rumah rusak berat untuk persiapan rehabilitasi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kamis kemarin, memberikan sumbangan Rp 1,9 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sumbar, yang dikumpulkan dari gerakan kultural mapalus, yaitu gerakan gotong royong, kepedulian, dan keakraban sosial. (NAR/MHD/HAN/DAY)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X