Laba Maksi dari Rumah Mini

Kompas.com - 13/02/2009, 13:16 WIB
Editor

JAKARTA, JUMAT -  Rumah adalah kebutuhan primer. Karenanya, permintaan rumah seperti tak ada habisnya. Tapi tahukah Anda, yang membludak bukan hanya permintaan rumah betulan. Peminat rumah mini untuk mainan anak-anak juga  bejibun. Tak percaya?

Ario Wisnhu adalah salah satu orang yang telah mencecap laba maksi dari bisnis rumah-rumahan mini. Ia bergelut di bisnis rumah-rumahan dengan membidik pasar anak-anak alias children playhouse. Singkat kata, di bawah bendera My House, Ario membuat rumah ukuran mini sebagai sarana bermain anak-anak usia dua hingga 15 tahun.

Ide membuat usaha ini muncul di benak Ario berdasar pengalamannya sewaktu kecil. Sejatinya, anak-anak memang suka bermain rumah rumahan. Suatu saat, ia secara tidak sengaja menemukan ide membikin rumah-rumahan.

Semua berawal pada 2004. Bermodal Rp 50 juta, Ario mencoba peruntungan membuat 20 produk perdana rumah mini. Saat itu, ia memasarkan produknya lewat sebuah pameran di sebuah mal di Jakarta Selatan. Ternyata pasar menyambut antusias.

Pada pekan pertama pameran saja, 20 produk awalnya langsung ludes. Padahal, ia membanderol harganya lumayan mahal: Rp 7,5 juta dan Rp 12 juta per unit. Harga Rp 7,5 juta untuk ukuran 180 centimeter (cm) x 180 cm x 180 cm. Harga Rp 12 juta untuk ukuran 200 cm x 240 cm x 250 cm.

Dari dagangan pertamanya saat itu, Ario mampu mendulang omzet total Rp 200 juta. Ini empat kali lipat dari modal awalnya.

Tak sampai 10 pemain

Ario yakin, bisnis ini sangat prospektif. Apalagi, pemain dalam bisnis ini dapat dihitung jari. "Pemainnya tidak sampai 10 orang. Itu pun kami saling mengenal dan kerjasama, karena produk turunan kita beda spesifikasi," ungkap Ario.

Keunikan rumah mini menjadi kunci sukses bisnis Ario. Rumah mininya tidak seperti rumah-rumahan boneka yang tidak bisa ditempati. Sebaliknya, anak dapat bermain dan tinggal di dalamnya. Keunggulan lain, rumah-rumahan itu bisa dibongkar pasang, sehingga mudah dipindahkan sesuai keinginan pemilik.

Ario menggunakan perpaduan antara kayu, triplek, dan genting sungguhan untuk atap rumah mini itu. Jadi, rumah rumahan bikinan Ario bisa awet sampai 10 tahun. "Peminatnya banyak karena rumahrumahan ini mendidik anak untuk kreatif dan mandiri, yakni dengan mendekorasi isi dalam rumah," beber Ario.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.