Rabu, 23 April 2014

News / Internasional

Rafale dan JF-17 Akan Bertarung di Serbia

Sabtu, 17 Desember 2011 | 10:00 WIB

Baca juga

BEOGRAD, KOMPAS.com Pesawat Rafale buatan Perancis kemungkinan akan bertarung dengan pesawat buatan China, JF-17, untuk memperebutkan kontrak peremajaan armada Angkatan Udara Serbia. Negara eks-Yugloslavia itu menganggarkan dana sekitar 1 miliar euro (sekitar Rp 11,8 triliun) untuk membeli sekitar 12 pesawat baru.

"Idealnya, kami akan membutuhkan sekitar 12-16 pesawat baru untuk mengamankan wilayah udara kami. Satu miliar euro saya kira cukup," tutur seorang pejabat Kementerian Pertahanan Serbia kepada Reuters, Jumat (16/12/2011) waktu setempat.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf AU Serbia Brigadir Jenderal Ranko Zivak mengatakan, pihak Kemenhan Serbia akan mengundang pabrikan-pabrikan pesawat dari seluruh dunia untuk membuat penawaran tahun depan. Beberapa pesawat tempur yang dilirik Serbia antara lain Sukhoi Su-30 dari Rusia, F-16 dan F/A-18 dari AS, Gripen dari Swedia, Eurofighter Typhoon dari konsorsium Eropa, Rafale dari Perancis, dan JF-17 dari China.

AU Serbia saat ini tinggal memiliki tiga MiG-29 dan sekitar selusin pesawat tua MiG-21 dari era Uni Soviet. Sebagian besar kekuatan udara Serbia zaman dulu rusak karena tak terawat setelah negara itu mendapat embargo senjata dari PBB terkait keterlibatan dalam Perang Balkan pada era 1990-an. Sebagian armada MiG-29 Serbia juga hancur dalam kampanye pengeboman NATO tahun 1999.

Menurut Zivak kepada majalah pertahanan Odbrana, rencana pengadaan pesawat tempur ini akan masuk tahap final, bulan ini. Serbia harus memutuskan apakah memilih produk buatan NATO atau tetap setia dengan sekutu utamanya, Rusia dan China.


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Marcus Suprihadi