Kamis, 21 Agustus 2014

News / Internasional

Israel Serang Iran Secepatnya Bulan Depan

Kamis, 10 November 2011 | 08:53 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Israel akan melancarkan aksi militer untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir secepatnya saat Natal, kata sejumlah pemimpin intelijen Inggris seperti dikutip Daily Mail, Rabu (9/11/2011).

Menurut Menteri Luar Negeri Inggris William Hague, laporan yang diterbitkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang merupakan badan pengawas PBB untuk urusan senjata nuklir, terkait ambisi nuklir Iran "benar-benar mendiskreditkan" negara Islam itu. Padahal selama ini Iran membantah keras tuduhan tersebut dengan mengatakan pengembangan nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

IAEA dalam laporannya yang dipaparkan secara terbuka di hadapan Dewan Gubernur IAEA di Vienna, Austria, Rabu, menyatakan, lembaga itu menemukan bahwa Iran sedang mengembangkan fasilitas uji coba nuklir, detonator nuklir, dan pemodelan komputer bagi sebuah hulu ledak nuklir yang akan dipasang pada rudal yang sudah ada.

Sejumlah sumber di Pemerintah Inggris, seperti dilansir Daily Mail, mengatakan, pemahaman yang diketahui sejumlah pejabat top Inggris adalah Israel akan berusaha untuk menyerang situs nuklir Iran itu "lebih cepat ketimbang nanti". Serangan tersebut akan mendapat dukungan logistik dari Amerika Serikat (AS).

Seorang tokoh senior Kementerian Luar Negeri Inggris mengungkapkan, para menteri telah diberi tahu tentang rencana aksi militer Israel itu. Ia menambahkan, "Kami memperkirakan itu terjadi secepatnya saat Natal atau pada awal tahun baru."

Para pejabat itu percaya Presiden AS Barack Obama akan mendukung Israel atau dia berisiko kehilangan dukungan penting kaum Yahudi-Amerika pada pemilihan presiden tahun depan.

Beberapa pekan terakhir, sumber di Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi sejumlah rencana darurat telah dibuat dalam hal Inggris memutuskan untuk mendukung aksi militer itu. Namun, sumber itu mengesampingkan dukungan langsung Inggris. Ia menambahkan, "Tentu saja kami tidak mendukung Iran mengembangkan sebuah bom. Tetapi apakah kami berpikir mereka akan menggunakan (senjata) itu? Tidak! Perhatian yang lebih besar adalah apakah tidak mungkin untuk menghentikan Arab Saudi dan Turki mengembangkan senjata mereka sendiri."

William Hague mengatakan, Inggris akan mendorong lebih banyak sanksi untuk Teheran ketika komite IAEA bertemu pada akhir bulan ini. Sementara itu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersumpah tidak akan mundur "satu titik pun" dari program nuklirnya.

Dalam sebuah pernyataan tentang masalah Timur Tengah, Hague mengecam "pendudukan" Israel atas tanah Palestina. Namun, ia mengumumkan, Inggris akan abstain pada pemungutan suara di PBB pada akhir pekan ini terkait status keanggotaan Palestina di lembaga itu.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: