Kerusuhan di Penjara Ekuador Tewaskan 35 Orang, 8 di Antaranya Dipenggal

Kompas.com - 29/09/2021, 21:39 WIB
Dua orang narapidana terlihat duduk di atap penjara saat kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Guayaquil di Guayaquil, Ekuador, pada 28 September 2021. Kerusuhan itu menyebabkan setidaknya 34 napi tewas, dengan delapan di antaranya dipenggal. Kekacauan terjadi karena bentrokan dua geng yang berhubungan dengan penyelundupan narkoba. AFP PHOTO/FERNANDO MENDEZDua orang narapidana terlihat duduk di atap penjara saat kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Guayaquil di Guayaquil, Ekuador, pada 28 September 2021. Kerusuhan itu menyebabkan setidaknya 34 napi tewas, dengan delapan di antaranya dipenggal. Kekacauan terjadi karena bentrokan dua geng yang berhubungan dengan penyelundupan narkoba.

GUAYAQUIL, KOMPAS.com - Sebanyak 35 orang tewas, delapan di antaranya dipenggal, dalam kerusuhan yang terjadi di penjara Ekuador.

Kekacauan itu berakar dari bentrokan di Lembaga Pemasyarakatan Litoral, Guayaquil, yang diduga punya hubungan dengan kartel Meksiko.

Diwartakan Daily Star Selasa (28/9/2021), dua geng yang berseteru itu mempersenjatai diri dengan senapan bahkan bom.

Baca juga: 79 Napi Tewas dalam Kerusuhan Penjara Ekuador, Korban Dipenggal dan Dimutilasi

Dua pekan lalu, otoritas penjara juga menyatakan lapas sempat diserang drone sebagai bagian dari perang yang dilancarkan kartel internasional.

Otoritas lapas mengungkapkan, pada Selasa (28/9/2021) sistem peringatan mendeteksi ledakan dan suara tembakan dari geng kriminal yang bertikai.

Dilansir Daily Star Rabu (29/9/2021), kerusuhan tersebut terjadi karena dua geng itu memperebutkan penguasaan salah satu paviliun penjara.

Kepolisian dan militer Ekuador merespons dengan menerjunkan pasukannya untuk merebut kendali kendali di lapas.

Gubernur Provinsi Guayas Pablo Arosemena dalam kicauannya di Twitter mengucapkan terima kasih untuk upaya pemulihan ketertiban itu.

"Saya tahu ini bukan tugas yang mudah. Tetapi tentu diperlukan upaya tegas untuk menunjukkan kehadiran negara," tulis Arosemena.

Dia mengunggah momen dia meninjau lapas, dengan para tahanan tiarap di lantai dan tangan diletakkan di kepala.

Gambar mengerikan yang viral menunjukkan narapidana berada di atap penjara memegang parang dan senapan shotgun.

Dalam video yang beredar di Twitter, sejumlah napi begitu putus asa menyelamatkan diri dari pertumpahan darah tersebut.

Harian Ekuador Teleamazonas melaporkan, aparat masih menyusuri paviliun yang masih terlibat baku tembak, dengan korban tewas diyakini akan bertambah.

"Delapan di antaranya dipenggal," ujar salah satu reporter setempat menggambarkan kengerian tersebut di Twitter.

Baca juga: 22 Napi Tewas dalam Kerusuhan di Penjara, Ekuador Umumkan Kondisi Darurat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Star
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.