Kompas.com - 17/06/2013, 00:54 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

SANGEH, KOMPAS.com — Wartawan Bali Travel Newspaper, Anak Agung Gusti Ngurah Krisna Yana (26), meninggal akibat terjatuh ke jurang di kawasan wisata alam Tanah Wuk, Sangeh, Kabupaten Badung, Minggu (16/6/2013). Dia tewas saat melakukan survei untuk perkemahan pelajar SMP.

"Sampai di RSUP Sanglah sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Ida Bagus Putu Alit, di Denpasar, Minggu malam. Menurut dia, pada tubuh jenazah tidak ditemukan unsur-unsur yang mencurigakan yang menjadi penyebab kematian wartawan ini. Hanya terdapat luka lecet di bagian anggota geraknya.

"Berdasarkan hasil komunikasi dengan penyidik, Krisna ditemukan di tebing di kawasan Tanah Wuk tersangkut di pohon enau," imbuh Alit. Mengutip keterangan penyidik, dia mengatakan, Krisna masih sempat menelepon temannya untuk mengabarkan ia terjatuh.

Rudianto, salah seorang teman korban, mengatakan, Krisna berada di Tanah Wuk untuk survei lapangan persiapan kegiatan perkemahan siswa-siswi SMPN 3 Denpasar. Selain menjadi wartawan, Krisna menjadi pembina Pramuka di SMPN 3 Denpasar.

"Sekitar pukul 14.00 Wita, Krisna dan beberapa temannya melakukan survei lapangan untuk kegiatan tanda jejak Pramuka. Namun, saat itu Krisna memilih menelusuri jalan yang berbeda dengan rekannya. Ia sendirian menyusuri jalan setapak yang bukan jalur umum," tutur Rudianto. Ia menambahkan, karena beberapa lama Krisna tidak muncul, rekan-rekannya kemudian berusaha mencari dan ditemukan dalam kondisi sudah terjatuh.

Sementara Ariek, rekan Krisna satu tempat kerja di Bali Travel Newspaper dan dalam kegiatan Pramuka, mengatakan, beberapa hari ini kondisi Krisna terlihat kurang fit. "Terakhir bertemu, Krisna bilang kalau sedang meriang, demam, dan sampai muntah-muntah," katanya.

Jenazah Krisna tiba di RSUP Sanglah sekitar pukul 20.00 Wita. Ibunda Krisna dan adiknya bahkan sampai menangis histeris mendapati kenyataan putra dan kakak mereka sudah tak bernyawa. "Saya sebelumnya tidak mempunyai firasat apa-apa," kata Wisnu Wardana, ayah Krisna.

Seusai divisum dan dimandikan, jenazah diberangkatkan menuju kampung halaman di Jero Kanginan, Banjar Pengembungan, Desa Tegaljadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Kawasan di sekitar ruang jenazah RSUP Sanglah pun terlihat disesaki keluarga Krisna, para jurnalis, dan rekan-rekannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.