Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf Resmi Ditahan

Kompas.com - 14/06/2013, 21:13 WIB
EditorErvan Hardoko
ISLAMABAD, KOMPAS.com — Mantan pemimpin Pakistan, Jenderal Pervez Musharraf, Jumat (14/6/2013), resmi ditahan dengan tuduhan pembunuhan meski Musharraf lolos dari dua tuduhan lain selama dia memerintah pada 1999-2008.

"Musharraf secara resmi ditahan dalam kasus pembunuhan Bugti," kata kuasa hukumnya, Ahmed Reza Kasuri.

"Sebuah sidang anti-terorisme disiapkan dalam 14 hari dan Musharraf tetap menjalani tahanan rumah di Islamabad," tambah Reza.

Kasuri menambahkan, pada Kamis (13/6/2013), sejumlah petugas polisi datang dari Quetta, ibu kota Provinsi Baluchistan, untuk menanyai Musharraf dan melengkapi dokumen-dokumen.

"Seharusnya, Musharraf hadir dalam persidangan di Quetta karena alasan keamanan polisi dari Quetta yang datang ke Islamabad," tambah Kasuri.

Musharraf dilarang bepergian ke luar negeri, tetapi tim kuasa hukumnya berharap bisa mendapatkan jaminan untuk Musharraf dalam kasus ini sekaligus meminta izin untuk Musharraf bepergian ke luar negeri.

Kasus Bugti ini merujuk pada pemimpin pemberontak Baluchistan yang menuntut otonomi lebih luas dan pembagian keuntungan lebih besar atas ekspolitasi sumber daya alam provinsi itu.

Kematian Bugti, yang pernah mengenyam pendidikan di Inggris itu, mendapat kecaman keras dari seluruh Pakistan.

Para pemimpin oposisi menuding pemerintahan Musharraf sengaja mengincar Bugti dalam pertempuran dan serangan udara yang menewaskan 17 orang pasukan pemberontak Baluchistan itu.

Dua tuduhan kriminal lain terhadap Musharraf adalah konspirasi pembunuhan mantan perdana menteri Benazir Bhutto dan pemecatan salah seorang hakim pada 2007.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X