Kompas.com - 12/06/2013, 14:21 WIB
EditorErvan Hardoko

RIYADH, KOMPAS.com — Para aktivis hak asasi manusia Arab Saudi, Rabu (12/6/2013), mengecam foto yang menyebar di media jejaring sosial yang menampilkan seorang anak balita laki-laki diplester ke tembok, sementara seorang pria dewasa tidur di sebuah sofa di bawah anak itu sambil tersenyum.

Komisi HAM Arab Saudi menyerukan agar masyarakat membantu komisi melacak orang-orang yang melakukan tindakan ini.

Komisi HAM mengatakan pelaku "pemlesteran" anak ini harus dihukum karena melanggar hak-hak asasi anak-anak.

"Apa yang terjadi terhadap anak itu adalah pelanggaran hak-hak asasinya dan itu adalah perbuatan kriminal," kata anggota komisi HAM Arab Saudi, Maatouq Al-Sharif.

Sharif mengatakan, masyarakat harus mencegah agar peristiwa semacam ini tidak terulang kembali.

"Perilaku seperti ini akan memberi dampak buruk untuk kepribadian si anak. Perilaku seperti ini juga mendorong budaya kekerasan terhadap anak-anak," kata Maatouq.

Meski wajah anak dalam foto itu terlihat senang, Maatouq tetap berpendapat tindakan seperti itu tidak patut dilakukan.

"Anak-anak tak memiliki daya untuk mempertahankan diri sendiri. Ada hukuman untuk perbuatan semacam ini," katanya.

"Orangtua bukan pemilik anak-anak mereka. Anak-anak juga memiliki hak asasi," kata Maatouq. Ia menambahkan, Arab Saudi menandatangani konvensi perlindungan hak anak-anak.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X