Kompas.com - 11/06/2013, 07:24 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

BAGHDAD, KOMPAS.com — Sepekan terakhir, setidaknya 70 orang tewas dalam serangkaian gelombang pengeboman dan serangan di Irak tengah dan utara, kata para pejabat, Senin (10/6/2013) waktu setempat. Dua ledakan bom mobil pada Senin (10/6/2013) saja sudah menewaskan setidaknya 37 orang.

Dua bom mobil dan serangan bunuh diri di sebuah pasar di kota mayoritas warga Syiah, al-Shat Judaida di provinsi Diyala, menewaskan sedikitnya 13 orang tewas dan 50 luka-luka. Sementara bom mobil yang diduga menargetkan pos pemeriksaan menewaskan sedikitnya 24 orang di kota Sunni, terutama dari Mosul. Kemudian puluhan orang juga tewas dalam serangan terpisah di kota-kota Kirkuk, Taji, Tikrit, dan Tuz Khurmato.

Irak telah dilanda serangan hampir setiap hari, menimbulkan kekhawatiran kembali ke tingkat terburuk kekerasan sektarian. Bulan lalu adalah yang paling berdarah di Irak sejak Juni 2008, dengan 1.045 warga sipil Irak dan pejabat keamanan tewas, menurut hitungan PBB.

Beberapa ledakan bom mobil hampir bersamaan di Judaida al-Shat, meluluhlantakkan pasar sayur di kota yang berada di luar ibu kota provinsi, Baquba, 60 km utara-timur dari Baghdad. "Saya menjual semangka dan tiba-tiba saya mendengar ledakan kuat di pintu masuk pasar," kata Hassan Hadi, seorang petani setempat, kepada kantor berita Reuters. "Saya melarikan diri dari debu dan asap ketika ledakan kedua terjadi, membuatnya seperti dalam neraka," katanya.

Sebelumnya, Jumat (7/6/2013), setidaknya 10 peziarah Syiah Iran dibunuh oleh seorang pengebom bunuh diri di Muqdadiyah di Diyala. Sementara setidaknya 41 orang tewas dalam ledakan bom mobil kembar di luar sebuah masjid Sunni di Baquba sekitar tiga minggu yang lalu.

Kemudian pada Senin (10/6/2013), sebuah bom mobil di Taji, tepi utara Baghdad, menghantam dekat pasar ikan, mengakibatkan tujuh orang tewas. Pada malam harinya, setidaknya 24 orang tewas dan banyak lainnya terluka dalam serangkaian ledakan bom mobil yang menargetkan tentara dan polisi di Mosul, dianggap sebagai wilayah yang didominasi Muslim Sunni. Seorang dokter rumah sakit kepada kantor berita AFP mengatakan bahwa sebagian besar korban adalah anggota pasukan keamanan.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman hari Senin. Tetapi, ketegangan antara Syiah yang menjadi mayoritas di Irak dan minoritas Sunni telah berkembang sejak tahun lalu. Sunni menuduh pemerintah Perdana Menteri Nouri al-Maliki melakukan diskriminasi terhadap mereka, tetapi sudah dibantah oleh Pemerintah Irak. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.