Kompas.com - 10/06/2013, 15:17 WIB
EditorEgidius Patnistik

MAGDEBURG, KOMPAS.COM - Pemerintah Jerman mendesak lebih dari 15.000 orang untuk mengungsi dari rumah mereka di sebuah kota di pinggiran sungai Elbe yang meluap. Banjir terburuk yang melanda Eropa Tengah dalam satu dekade terakhir itu juga mengancam Hungaria setelah menyebabkan malapetaka di Republik Ceko dan Austria.

Luapan banjir di Jerman telah mengubah wilayah yang luas menjadi dunia air berwarna coklat, memicu mobilisasi besar-besaran para pekerja darurat dan menyebabkan kerugian miliaran euro dalam apa yang disebut seorang anggota parlemen sebagai "bencana nasional".

Sejumlah helikopter penyelamat hilir-mudik di udara pada hari Minggu dan kendaraan lapis baja pengangkut personel militer bergemuruh melalui zona banjir, di mana ribuan tentara, petugas pemadam kebakaran dan relawan membangun pertahanan banjir dengan karung-karung pasir.

Di seluruh Eropa Tengah, banjir telah menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk 10 di Republik Ceko.

Otoritas kota Magdeburg di Jerman mendesak 15.000 warga untuk meninggalkan sisi sebelah timur sungai, di mana ketinggian air hampir mencapi 7,5 meter - naik dari level normal hanya dua meter - dan diperkirakan level itu akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. "Kami berharap bahwa tanggul itu akan mampu menahan tekanan selama beberapa hari mendatang, tapi kami tidak bisa yakin 100 persen," kata juru bicara pemadam kebakaran Andreas Hamann, salah satu dari 1.200 staf pekerja darurat yang bekerja sepanjang waktu di daerah itu.

Secara keseluruhan, 23.000 orang di dalam dan di sekitar kota itu telah diberitahu untuk mengungsi pada akhir pekan lalu.

Ketinggian air di Magdeburg lebih tinggi daripada banjir tahun 2002, kata pemerintah setempat. Magdeburg terletak hilir di mana Sungai Saale bergabung dengan Sungai Elbe, yang menciptakan gelombang air mencapai 40 kilometer.

Banjir tersebut telah memicu respons darurat besar di Austria, Slovakia dan Hungaria, di mana air mencapai rekor baru di Budapest, Minggu. Walikota Budapest berusaha untuk meredakan kekhawatiran, dengan mengatakan ketinggian air telah stabil, meskipun sekitar 1.200 orang telah dievakuasi di sepanjang sungai itu.

"Budapest tidak beresiko bencana, permukaan air diperkirakan tidak akan meningkat secara signifikan," kata walikota Istvan Tarlos, yang menambahkan bahwa kebocoran tanggul telah diperbaiki.

Pihak berwenang mengatakan penghalang banjir Budapest cukup tinggi untuk melindungi ibukota itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X