Rusuh di KJRI Jeddah, Ini Sikap Posko Pemantau

Kompas.com - 10/06/2013, 09:25 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

JEDDAH, KOMPAS.com — Sejak diumumkan kebijakan amnesti bagi warga negara asing yang overstayer atau kabur dari majikan yang dimulai dari 11 Mei sampai 3 Juli 2013, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Korwil Arab Saudi dan Posko TKI terus menurunkan kader dan relawan untuk membantu para pekerja dan KBRI/KJRI. Menyusul kerusuhan di KJRI Jeddah, Minggu (9/6/2013), PDI-P Korwil Arab Saudi dan POSPERTKI menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Mengimbau kepada warga negara indonesia di Arab Saudi khususnya yang saat ini sedang memanfaatkan amnesti bisa menahan diri dan bekerja sama antarpihak.
2. Menyayangkan aksi kerusuhan dan aksi bakar tersebut, hal ini dapat merugikan semua pihak baik warga maupun KJRI Jeddah yang dengan terpaksa untuk sementara menghentikan layanan.
3. Meminta kepada KJRI Jeddah untuk menindaklanjuti informasi para saksi dari WNI di tempat kejadian bahwa adanya korban yang meninggal dan terluka.
4. Sangat diperlukan penambahan tenaga di KJRI Jeddah karena jumlah petugas dan relawan yang ada saat ini tidak seimbang dengan jumlah WNI.
5. Fungsi penerbitan SPLP ternyata tidak sesuai yang diharapkan karena banyak yang masih ditolak oleh Imigrasi Jeddah. Penyebab penolakan tersebut dengan berbagai macam sebab.
6. Menyayangkan sikap pihak Imigrasi Jeddah yang "melemparkan ke sana kemari" para WNI.
7. Permintaan Imigrasi Jeddah agar bagi WNI yang ingin memanfaatkan amnesti perlu menunjukkan data paspor atau resident permit lama. Hal ini sulit dipenuhi karena mayoritas WNI yang kabur dari majikan maupun umrah overstayer tidak memiliki hal tersebut.
8. Meminta para menteri terkait dan Kepala BNP2TKI untuk turun ke Arab Saudi dan melobi Pemerintah Arab Saudi agar WNI diberikan kemudahan. Hal ini pun sangat disayangkan, sikap Pemerintah RI Pusat yang lambat bertindak.
9. Pemerintah RI perlu menyetujui agar KBRI/KJRI dapat menerbitkan paspor kepada WNI Overstay (WNIO) yang masih ingin bekerja, dengan bersyarat.
10. Mengusulkan kepada KJRI Jeddah bila ada penambahan tenaga agar membuka pos-pos pelayanan amnesti di kota-kota inti, seperti Mekkah, Madinah, Taif, Khamis Musaid, dan lain-lain. Hal ini demi memudahkan dan tidak difokuskan ke Jeddah semua.
11. Perlu disediakan tim medis dan tenda di luar KJRI Jeddah.
12. Perlunya dilibatkan pihak keamanan Indonesia baik itu intelijen maupun sejenisnya untuk mengantisipasi ulah para calo yang semakin merajalela.
13. Meminta kepada pihak keamanan baik dari KJRI maupun tentara Saudi untuk tidak bertindak kasar kepada WNI karena hal itu dapat menyulut emosi WNI.
14. Perlunya diadakan linephone dan prosedur resmi yang diterbitkan KBRI/KJRI tentang langkah-langkah proses amnesti, baik itu yang ingin pulang maupun menetap di Saudi.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

    Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

    Internasional
    Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

    Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

    Internasional
    MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

    MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

    Internasional
    Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

    Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

    Internasional
    Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

    Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

    Internasional
    Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

    Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

    Internasional
    Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

    Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

    [POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

    Internasional
    Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

    Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

    Internasional
    Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

    Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

    Internasional
    Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

    Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

    Internasional
    [UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

    [UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

    Internasional
    Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

    Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

    Internasional
    Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

    Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

    Internasional
    'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

    "Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X