Kompas.com - 08/06/2013, 15:36 WIB
EditorEgidius Patnistik

Tujuh belas hari terkubur reruntuhan gedung bertingkat telah mengubah nasib seorang perempuan remaja asal sebuah desa di Banglades. Dari seorang pekerja pabrik garmen yang bergaji rendah, ia menjadi pegawai hotel bintang lima.

Reshma Begum (19) berasal dari sebuah desa terpencil di distrik Dinajpur di bagian barat negeri itu. Seperti ribuan anak desa lain di sana, dia pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Dia bekerja sebagai buruh jahit di pabrik garmen di kompleks Rana Plaza di Savar, pinggiran Dhaka. Gajinya 4.700 taka (sekitar Rp 600.000) per bulan.

Tanggal 24 April, Reshma yang baru 22 hari bekerja di pabrik itu masuk kerja bersama sekitar 3.000 orang lainnya di gedung yang telah terlihat retak sehari sebelumnya. Pemilik gedung mengatakan gedung itu aman, dan pihak pabrik memerintahkan buruh bekerja seperti biasa.

Yang terjadi kemudian di hari itu adalah salah satu kecelakaan industrial terburuk dalam sejarah. Gedung Rana Plaza setinggi delapan lantai itu runtuh, membawa serta ribuan orang di dalamnya. Sebanyak 1.129 orang tewas.

Reshma termasuk di antara mereka yang terkubur hidup-hidup. Namun, saat akhir Reshma belum tiba. Dia bertahan dengan bekal air dan beberapa kantung biskuit yang ia bawa. Tujuh belas hari setelah keruntuhan gedung itu, beberapa jam setelah jenazah ke-1.000 ditemukan, regu penyelamat menemukan Reshma.

Dia segera dilarikan ke rumah sakit militer, masuk ke unit perawatan intensif. Sebulan kemudian, dia sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit itu. ”Saya merasa sangat sehat sekarang. Saya telah pulih secara mental dan fisik,” katanya.

Namun, ia mengakui masih mengalami mimpi buruk terkait pengalamannya. ”Saya masih ketakutan di malam hari,” katanya kepada wartawan. ”Kalau saya memikirkan hari-hari itu, saya merasa tidak enak dan ketakutan. Saya telah lupa sebagian besar apa yang saya lakukan di bawah reruntuhan itu.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dua hari setelah diselamatkan, remaja itu mengatakan tidak akan kembali bekerja di pabrik garmen. Dia pun menjadi terkenal dan tawaran pekerjaan berdatangan. Dia memutuskan menerima tawaran dari Hotel Westin Dhaka, hotel bintang lima di ibu kota Banglades itu.

”Saya tak pernah mengira akan mendapatkan hidup saya kembali,” katanya dalam konferensi pers di Savar. ”Saya berterima kasih kepada semua orang,” katanya.

Manajer Westin Dhaka Azim Shah mengaku bangga Reshma bergabung dengan hotel itu. Gadis itu akan menjadi ”duta” di bagian housekeeping. Gaji awalnya sekitar Rp 4,5 juta per bulan. Nasib perempuan desa itu pun berubah.

Saat keluar dari RS, Kamis lalu, Reshma didampingi keluarganya dibawa ke hotel tempat kerja barunya. Namun, saat Reshma dibawa ke hotel bintang lima itu dengan mobil van warna perak, rekan-rekan buruhnya terus mengharapkan perbaikan nasib dari industri garmen yang menjadi pemasok merek-merek global itu. (AFP/Reuters/AP/DI)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.