Kompas.com - 06/06/2013, 20:38 WIB
EditorErvan Hardoko

DAMASKUS, KOMPAS.com - Sebanyak 11 hingga 15 orang perwira militer Korea Utara kini menjadi penasihat pemeritah Suriah khususnya dalam hal taktik perang dan penggunaan artileri dalam melawan pasukan pemberontak.

Ketua Lembaga Pengawas HAM Suriah, Rami Abdul Rahman, Kamis (6/6/2013), kepada harian Chosun Ilbo mengatakan, para perwira Korea Utara itu dikerahkan di berbagai kawasan, termasuk pabrik senjata di dekat Aleppo dan di sejumlah posisi reguler pasukan pemerintah.

Para perwira Korea Utara itu dilaporkan fasih berbahasa Arab. Mereka memberikan bantuan logistik dan merencanakan sejumlah operasi militer.

"Mereka juga memberikan nasihat terkait penggunaan senjata artileri untuk pasukan reguler," tambah Abdul Rahman.

Kabar tentang penasihat militer Korea Utara ini juga dimuat harian Yedioth Ahronoth terbitan Israel.

Korea Utara mebantu Suriah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir yang kemudian dihancurkan Israel pada 2007.

Sejumlah laporan juga mengatakan Pyongyang membantu rezim Suriah dengan memberikan teknologi persenjataan termasuk persenjataan kimia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.