Pembunuhan karena Ilmu Hitam Dikhawatirkan Menyebar di Pasifik

Kompas.com - 05/06/2013, 09:13 WIB
EditorEgidius Patnistik

Ahli budaya Melanesia mengatakan, serangan dan pembunuhan yang berhubungan dengan ilmu hitam meningkat dan mungkin menyebar dari Papua Nugini ke wilayah lainnya di Pasifik.

Sebuah konferensi yang membicarakan pembunuhan yang berhubungan dengan ilmu hitam sedang berlangsung di ibu kota Australia, Canberra.

Beberapa ahli mengatakan, jumlah pembunuhan meningkat di Papua Nugini, yang telah melakukan beberapa langkah perubahan dalam hukum yang mengatur ilmu hitam.

Lawrence Foana'ota dari Museum Nasional Kepulauan Solomon mengatakan ilmu hitam di negaranya telah dipraktikkan sejak lama, tapi kini berubah karena pengaruh dari kawasan.

"Ada beberapa tren yang datang dari negara-negara Melanesia lainnya, seperti Papua Nugini, yang kini terjadi di Solomon...dan saya yakin ini juga terjadi dalam dunia ilmu hitam," katanya.

Ahli tersebut khawatir bahwa rasa takut dan tidak stabil yang disebabkan oleh kepercayaan atas ilmu hitam memperlambat pembangunan regional.

Konferensi mengenai ilmu hitam tersebut akan mendiskusikan bagaimana keretakan masyarakat, balas dendam, dan budaya Barat menjadi beberapa penyebab peningkatan pembunuhan tersebut di Papua Nugini.

Pendeta Jack Urame dari Melanesian Institute mengatakan, pemimpin agama juga bisa bertindak lebih banyak.

Papua Nugini telah mengabaikan kritik internasional dengan memberlakukan kembali hukuman mati untuk mengatasi kejahatan brutal, termasuk ilmu hitam.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa telah mengkritik pemberlakuan hukuman mati tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X