Kompas.com - 03/06/2013, 19:34 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Dialog nuklir Iran, menurut Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano, ternyata masih "pepesan kosong" alias belum menghasilkan keputusan berarti dari kedua belah pihak. "Padahal, dialog itu sudah dihelat sejak Januari 2012," katanya di Wina, sebagaimana warta AP pada Senin (3/6/2013).

Menurut catatan Amano, sejak bulan tersebut, sudah terselenggara sepuluh putaran dialog. Namun, dari dialog-dialog itu tak ada perjanjian yang dihasilkan untuk mencari titik temu perbedaan antara Iran di satu pihak dan negara-negara Barat di pihak lain.

Amano mengaku khawatir kalau tak ada kata sepakat, kondisi ini bakal memacu Iran untuk makin mengembangkan teknologi nuklirnya. "Khususnya di bidang pengayaan uranium," tuturnya.

Lebih lanjut, Amano menegaskan kalau Iran tetap harus membuka akses bagi pemantau IAEA masuk ke Parchin. Kawasan militer itu, menurut pihak Barat, menjadi salah satu basis pengayaan uranium yang diduga dikembangkan menjadi senjata nuklir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.