Kompas.com - 03/06/2013, 19:03 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW DELHI, KOMPAS.com — Kepolisian kota Kalkuta, India, Senin (3/6/2013), mengatakan telah menahan seorang pengusaha yang diduga telah membius dan memerkosa seorang pekerja sosial asal Irlandia setelah pesta ulang tahunnya yang ke-21.

Perempuan itu mengadukan kasus ini ke polisi, Sabtu (1/6/2013). Dalam laporannya, perempuan itu mengatakan dia diserang dalam keadaan setengah sadar setelah minum secangkir teh di kediaman tersangka.

"Kami menduga tersangka memasukkan obat bius ke dalam teh itu, kemudian memerkosa perempuan Irlandia itu," kata perwira polisi Subrata Dey.

Perempuan Irlandia itu adalah mahasiswa teknik yang menjadi sukarelawan ke India bersama sebuah lembaga sosial lokal. Dia kini tengah menjalani tes kesehatan di sebuah rumah sakit pemerintah.

Tersangka (25) mengenal korban di sebuah pasar, pekan lalu; dan mereka memutuskan untuk merayakan pesta ulang tahun korban yang jatuh pada Jumat (31/5/2013).

Aksi pemerkosaan terhadap perempuan asing di India meningkat belakangan ini. Bahkan, tindakan itu menurut sebuah survei telah mengakibatkan penurunan jumlah turis perempuan hingga 35 persen.

Kamar dagang dan industri India mengatakan, jumlah turis perempuan ke India menurun drastis setelah pemerkosaan brutal terhadap seorang mahasiswi berusia 23 tahun di New Delhi akhir tahun lalu menjadi berita dunia.

Kasus pemerkosaan turis asing di India sebelumnya menimpa seorang turis Swiss di Madhya Pradesh pada Maret lalu. Pada Januari, seorang turis asal Korea Selatan dibius dan diperkosa juga di Madhya Pradesh oleh putra pemilik penginapan tempat perempuan Korea itu menginap.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X