Uni Eropa Cabut Embargo Senjata untuk Oposisi Suriah

Kompas.com - 28/05/2013, 07:26 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

BRUSSELS, KOMPAS.com - Menteri luar negeri Uni Eropa sepakat tidak memperpanjang embargo senjata untuk kubu oposisi Suriah. Keputusan ini diambil setelah serangkaian pembicaraan panjang di Brussels, Belgia. Tapi, Uni Eropa masih terbelah soal kemungkinan pengiriman senjata pada kubu oposisi.

"Tidak ada keputusan segera untuk mengirim senjata bagi pemberontak Suriah, dan semua sanksi lain tetap berlaku," kata Menteri Luar Negeri Inggris William Hague melalui tweet, Senin (27/5/2013) waktu setempat. Sementara itu, paket sanksi untuk Pemerintah Bashar al-Assad akan berakhir pada 1 Juni 2013.

Inggris dan Perancis telah mendesak dilakukannya pengiriman senjata pada kubu yang mereka sebut sebagai lawan moderat untuk Presiden Assad. Pengiriman senjata itu menurut mereka akan mendorong Damaskus menuju solusi politik atas konflik internal yang sudah berjalan dua tahun terakhir.

Hague menyatakan menyambut baik hasil pembicaraan di Brussels. Menurut dia keputusan itu penting bagi Eropa, sebagai sinyal yang jelas bahwa rezim Assad harus serius bernegosiasi dan bahwa semua pilihan "telah ada di meja" bila Assad menolak.

Namun, negara lain masih menentang langkah pengiriman senjata untuk kubu oposisi Suriah. Langkah itu dinilai hanya akan memperburuk kekerasan yang telah merenggut tak kurang dari 80 ribu jiwa di Suriah.

"Negara-negara anggota (Uni Eropa) tidak akan melanjutkan tahap ini dengan pengiriman senjata, dan akan tetap tunduk pada larangan (pengiriman senjata) itu," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, kepada wartawan dalam konferensi pers. Dia mengatakan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa akan meninjau posisi ini sebelum 1 Agustus 2013, sembari memantau perkembangan terbaru termasuk dari upaya yang tengah berlangsung dari Amerika Serikat dan Rusia untuk mengakhiri konflik Suriah.

Embargo Uni Eropa, pertama kali diberlakukan pada Mei 2011, berlaku baik untuk kubu pemberontak maupun Pemerintah Suriah. Tapi pada Februari 2013, para Menteri Luar Negeri Uni Eropa sepakat untuk memungkinkan setiap negara anggota Uni Eropa mengirimkan peralatan militer tak mematikan "untuk melindungi warga sipil" atau menghadapi kekuatan kubu oposisi. 

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X