Xi Jinping dan Obama Akan Bahas Isu Keamanan

Kompas.com - 28/05/2013, 03:24 WIB
Editor

Beijing, Senin - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan bertemu bulan depan di California untuk membahas tiga isu penting terkait keamanan. Pertemuan para pemimpin tertinggi negara adidaya itu diharapkan bisa mencairkan hubungan bilateral kedua negara yang belakangan memburuk.

Senin kemarin, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Tom Donilon dan mitranya dari China, Yang Jiechi, yang merupakan penasihat kebijakan luar negeri, mulai membahas agenda pertemuan. Baik Donilon maupun Yang sepakat, pertemuan antara Xi Jinping dan Obama merupakan kesempatan besar kedua negara untuk menyamakan pandangan terkait beberapa isu keamanan yang belakangan menimbulkan saling ketidakpercayaan di antara Beijing dan Washington.

Donilon dan Yang tidak spesifik menyebut isu yang bakal dibahas. Namun, diduga kuat kedua pemimpin akan membahas masalah perbedaan pendapat tentang program nuklir Iran dan Korea Utara, kisruh soal serangan siber, serta sikap keras China terhadap dua sekutu AS, Jepang dan Filipina, terkait sengketa wilayah di Laut China Timur dan Laut China Selatan.

Mengingat pentingnya isu yang bakal dibahas, pertemuan antara Xi Jinping dan Obama akan dilaksanakan pada 7-8 Juni. Pertemuan ini dimajukan satu bulan dari jadwal semula.

Ini adalah pertemuan pertama kedua tokoh sejak Obama terpilih kembali pada November dan Xi Jinping dipromosikan sebagai pemimpin tertinggi Partai Komunis China juga pada November tahun lalu.

Pertemuan antara Xi Jinping dan Obama direncanakan digelar di kediaman pribadi miliarder penerbitan Walter Annenberg di California selatan. Dialog kedua pemimpin itu juga tampaknya disusun dengan suasana informal untuk memberikan kesempatan keduanya membangun hubungan yang lebih harmonis.

Bersedianya Xi Jinping dengan agenda pertemuan informal ini dipandang sebagai sinyal positif oleh para pengamat. Pasalnya, para pendahulu Xi Jinping lebih menyukai pertemuan formal kenegaraan. Bagi para pendahulu Xi Jinping, situasi tersebut penting sebagai pencitraan.

Para pengamat mengatakan, posisi China yang semakin solid sebagai salah satu kekuatan utama dunia, baik politik maupun ekonomi, harus ditempatkan dalam porsi yang tepat. Media China selama ini selalu berpendapat, AS seakan menolak kenyataan bahwa Negara Tirai Bambu itu semakin menjadi kekuatan dunia. ”Penolakan” AS itu antara lain dengan membangun relasi yang semakin solid dengan sekutu-sekutunya di Asia, terutama Jepang dan Korea Selatan.

Media massa China juga menuduh Washington tidak pernah memberikan dukungan penuh terhadap investasi China di AS. Alasan yang selalu dikemukakan adalah soal keamanan.

Saat menyambut Donilon di Beijing kemarin, Yang mengatakan, perjalanan penasihat keamanan nasional AS ke China itu akan memperkuat kepercayaan bilateral kedua negara.

Donilon membalas sambutan Yang dengan mengatakan, pertemuan pemimpin China dan AS bukan saja penting bagi hubungan kedua negara, melainkan juga bagi cara penyelesaian tantangan global dan regional yang dihadapi China dan AS.

Setelah bertemu Obama, Xi Jinping menurut rencana akan berkunjung ke Trinidad-Tobago dan Meksiko. (AP/joy)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.