Kompas.com - 14/05/2013, 10:20 WIB
EditorEgidius Patnistik

DUNHUANG, KOMPAS.com Oasis purba di tengah sebuah gurun pasir di China terancam lenyap di bawah timbunan pasir. Namun, Pemerintah China akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan oasis itu.

Oasis yang disebut Crescent Lake (atau Yueyaquan dalam bahasa China) adalah sebuah mata air segar berbentuk bulan sabit yang terletak sekitar 6 kilometer di selatan kota Dunhuang, di China barat laut. Oasis tersebut, yang diyakini telah ada sejak 2.000 tahun lalu, menyusut dengan cepat karena meningkatnya proses penggurunan di wilayah itu. Hal itu kemudian mendorong pemerintah lokal untuk mulai mengisi airnya lagi.

Danau tersebut mendangkal dari kedalaman rata-rata 5 meter tahun 1960 menjadi rata-rata kurang dari satu meter pada awal 1990-an karena permukaan air bawah tanah menurun secara dramatis. Tahun 2006, pemerintah setempat memutuskan untuk melakukan sesuatu guna menyelamatkan oasis itu dengan mengisinya lagi dengan air. Sejak itu kedalaman airnya meningkat, demikian laporan Niceartlife.com yang dikutip MailOnline, Senin (13/5/2013).

Danau itu panjangnya 218 meter (dari timur ke barat) dan lebar 54 meter (dari utara ke selatan). Di dekatnya ada sebuah pagoda tradisional dan sebuah jalur jalan dengan kios-kios suvenir. Situs tersebut populer bagi turis yang dibawa dengan menunggang unta oleh para pemandu ke puncak bikit-bukit di sekitarnya.

Keberadaan oasis di tengah gurun tersebut diyakini karena letaknya di tempat yang rendah. Posisi tersebut juga membuatnya "selamat" dari timbunan pasir yang datang dari bukit-bukit pasir di sekitarnya.

Dikelilingi pegunungan tinggi, Dunhuang memiliki iklim kering. Daerah itu suhunya sangat panas di musim panas, dan sebaliknya, sangat dingin pada musim dingin. Hujan terjadi dalam jumlah sangat kecil dan dengan cepat pula menguap. Akibatnya, terjadi proses penggurunan. Penggurunan telah menjadi masalah lingkungan utama di China, dan pemerintah negara itu telah berusaha mengatasi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan usulan penciptaan green wall hutan untuk melawan penyebaran gurun.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.