Kompas.com - 09/05/2013, 21:49 WIB
EditorErvan Hardoko

BEIJING, KOMPAS.com - Salah seorang sutradara terkemuka China, Zhang Yimou, kini tengah menjalani pemeriksaan aparat berwajib China.

Yimou diduga memiliki tujuh anak dari dua kali pernikahan dan dari dua hubungan lainnya. Jika dugaan ini terbukti maka Yimou terbukti melanggar undang-undang satu anak China dan bisa mendapatkan hukuman denda sebesar 17 juta pounsterling atau sekitar Rp 256 miliar.

Kabar soal tujuh anak sutradara film "The Flowers of War" itu pertama kali muncul dalam sebuah situs internet yang kemudian memicu penyelidikan aparat berwajib China.

"Kami sedang mencoba untuk mengkonfirmasi isu di dunia maya," kata seorang petugas kantor keluarga berencana kota Wuxi, Provinsi Jingsu.

Petugas yang tak mau disebutkan namanya itu mengatakan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena investigasi masih berlangsung.

Masalah ini berawal dari perbincangan di media sosial yang mengkritik Zhang Yimou yang memiliki banyak anak. Pengguna media sosial kemudian mengkritik pemerintah yang dianggap memberi perlakuan berbeda untuk warga kelas atas seperti Yimou dan warga biasa.

"Setiap orang berhak memiliki anak berapapun yang mereka mau. Namun dalam masyarakat yang kacau, hak dasar menjadi sebuah keistimewaan," kata seorang penduduk Beijing Liu Weiling lewat situs jejaring sosial Sina Weibo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Orang kaya hidup dengan banyak istri, para selebriti berganti-ganti istri, Zhang Yimou mendapat banyak keistimewaan," tulis pengguna Sina Weibo lainnya.

"Empat istri dan tujuh anak, jika ini terjadi para orang biasa, maka dia akan dihukum atau didenda dengan jumlah yang sangat besar. Namun dia (Yimou) tak dihukum, dia tak berbeda dengan orang biasa. Negara dengan ketidakadilan seperti ini tak akan mendapatkan penghormatan di dunia," kata penulis Christopher Jing.

Kebijakan satu anak China diberlakukan terutama untuk penduduk kota. Penduduk pedesaan masih diperbolehkan memiliki dua orang anak jika anak pertama mereka adalah anak perempuan.

Pemerintah China memperkenalkan kebijakan ini pada 1979 sebagai salah satu cara untuk meredam pertumbuhan penduduk.

Di dunia perfilman, nama Zhang Yimou cukup diperhitungkan. Sejumlah filmnya yang mendapat kritik positif misalnya "A Simple Noodle Story" sebuah adaptasi karya Coen bersaudara "Blood Simple".

Salah satu karyanya "Ju Dou" menjadi film China daratan pertama yang masuk nominasi film asing terbaik dalam Oscars 1990.

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X