Kompas.com - 07/05/2013, 16:31 WIB
EditorErvan Hardoko

RAMALLAH, KOMPAS.com - Warga Palestina kini tengah menggemari sebuah acara reality show di televisi bertajuk "The President".

Sesuai namanya, acara ini digelar untuk mencari kandidat presiden terbaik Palestina di masa mendatang.

Acara ini menjadi sindiran terhadap sekaratnya perpolitikan di negeri tersebut. Acara ini juga menunjukkan betapa frustrasinya warga Palestina menghadapi politik negerinya.

Presiden Palestina saat ini Mahmoud Abbas, masih duduk di kursinya meski masa mandatnya sudah kadaluarsa selama empat tahun.

Selain soal presiden, sebagai negara Palestina terbelah dua. Tepi Barat dikuasi Fatah, partainya Mahmoud Abbas. Sementara di Jalur Gaza, Hamas yang memegang kendali.

Tak hanya itu, dewan perwakilan rakyat Palestina, sudah berbulan-bulan tidak menggelar rapat atau pertemuan.

Nah, acara yang mengadopsi unsur-unsur acara sejenis misalnya "The Apprentica" atau "X Factor" itu, dibuat untuk mencari kandidat terbaik pemimpin negeri itu.

"Saya memikirkan acara ini karena kami harus menunjukkan bahwa rakyat Palestina memahami dan menginginkan demokrasi yang sesungguhnya," kata Raed Othman, Direktur Utama lembaga penyiaran Ma'an yang menayangkan acara unik ini.

"Banyak orang mengatakan Palestina tidak memiliki pemimpin. Jadi acara ini ingin menunjukkan bahwa banyak orang Palestina yang mampu menjadi pemimpin," kata Othman.

"Kami menginginkan pemilu yang sesungguhnya. Dan jika kami tak bisa mendapatkannya, maka kami akan mencarinya sendiri," tambah Othman yang tengah merekam episode terakhir acara ini yang sudah menyaring 1.200 kontestan menjadi 16 finalis itu.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.