Kompas.com - 06/05/2013, 17:04 WIB
EditorErvan Hardoko

TRIPOLI, KOMPAS.com — Parlemen Libya, Senin (6/5/2013), mengesahkan undang-undang yang melarang semua orang yang pernah bekerja di bawah rezim Moammar Khadafy dilarang menjadi pejabat negara saat ini.

Sebelum mengesahkan undang-undang ini, para politisi Libya harus berdebat berbulan-bulan. Namun, isu ini kembali hangat setelah sekelompok milisi bersenjata mengepung sejumlah kementerian dan stasiun televisi.

Namun, keputusan parlemen mengesahkan undang-undang di bawah tekanan ini mendapat kritik. Sebab, bukan tidak mungkin milisi bersenjata akan kembali menggunakan tekanan untuk mendapatkan keinginan mereka.

Salah seorang pejabat yang kemungkinan akan terkena imbas undang-undang ini adalah Perdana Menteri Ali Zeidan. Dia merupakan diplomat Libya semasa rezim Khadafy berkuasa. Lalu dia membelot ke kelompok oposisi di pembuangan pada 1980.

Juru bicara parlemen berharap, dengan diputuskannya undang-undang ini maka sejumlah milisi bersenjata yang mengepung kantor-kantor pemerintah akan menarik diri.

"Kami harap pengepungan kementerian akan berakhir sekarang. Namun, itu semua di luar kekuasaan kami," kata juru bicara Kongres Umum Nasional (GNC) Omar Hmaiden dalam jumpa pers seusai pengesahan undang-undang ini.

Meski undang-undang ini disetujui mayoritas anggota parlemen, yaitu 164 menerima dan hanya empat yang menolak, tetapi banyak anggota kongres yang kecewa dengan hasil ini.

"Ini adalah undang-undang yang tak adil dan ekstrem. Namun, kami harus menempatkan kepentingan politik di atas segalanya untuk mengakhiri krisis," kata juru bicara Pasukan Aliansi Nasional (NFA), Tawfiq Breik.

Sejumlah anggota kongres mengatakan, jika undang-undang ini diberlakukan maka setidaknya 40 dari 200 anggota parlemen akan tersingkir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.