Kompas.com - 06/05/2013, 15:44 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW YORK, KOMPAS.com — Investigator masalah hak asasi manusia PBB, Carla del Ponte, mengatakan, pasukan pemberontak Suriah telah menggunakan gas sarin dalam konflik bersenjata di negeri itu.

"Berdasarkan sejumlah kesaksian yang kami kumpulkan, pasukan pemberontak menggunakan senjata kini, dalam hal ini gas sarin," kata Del Ponte dalam wawancara dengan Radio Swiss, Minggu (5/5/2013) malam.

Namun, Del Ponte—mantan jaksa kejahatan perang—menegaskan, komisi penyelidikan PBB untuk Suriah, di mana dia adalah anggotanya, masih jauh dari selesai.

Sementara itu, Pemerintah Turki melakukan tes darah terhadap para pengungsi Suriah untuk memastikan apakah mereka adalah korban dari senjata kimia.

"Sejumlah sampel sudah diambil dari orang-orang yang terluka di Suriah yang telah dikirim ke Turki," ujar sumber Pemerintah Turki yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sebelumnya, negara-negara Barat memprihatinkan kemungkinan penggunaan senjata kimia dalam konflik Suriah yang tak kunjung reda dan malah semakin meningkat itu.

Bahkan, Presiden AS Barack Obama mengatakan, jika penggunaan senjata kimia itu memang terbukti, Amerika Serikat akan menimbang kembali berbagai opsi yang tersedia terkait keterlibatan negeri itu di dalam konflik yang sudah berlangsung dua tahun tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.