Kompas.com - 05/05/2013, 07:51 WIB
EditorErvan Hardoko

SAN JOSE, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama, Sabtu (4/5/2013), mengatakan tuduhan pemerintah Venezuela terhadap seorang pembuat film dokumenter asal AS sebagai mata-mata yang dikirim Washington untuk mengacaukan situasi Venezuela merupakan sebuah tuduhan yang tak masuk akal.

"Tuduhan bahwa orang ini adalah mata-mata sangat tidak masuk akal," kata Obama dalam sebuah wawancara televisi di San Jose, Kosta Rika, ketika hadir dalam KTT Amerika Tengah.

"Kami akan menangani masalah warga AS ini seperti kami menangani masalah warga AS lain yang terkena masalah hukum di luar negeri," tambah Obama.

Pernyataan Obama ini muncul beberapa hari setelah Pemerintah Venezuela mendakwa pembuat film dokumenter, Timothy Hallet Tracy, telah melakukan kegiatan mata-mata. Namun, Timothy mengatakan, dia berada di Venezuela hanya untuk membuat sebuah dokumenter.

Sejumlah laporan media mengatakan Timothy sudah mengerjakan film dokumenter itu sejak tahun lalu. Dia ditahan aparat keamanan Venezuela di sebuah bandara dekat ibu kota Caracas saat hendak meninggalkan negeri itu.

Kuasa hukum Timothy mengatakan, proyek film dokumenter yang tengah digarap kliennya memang terkait dengan situasi politik di Venezuela, terutama saat pemilihan presiden tiga pekan lalu yang mendudukkan Nicolas Maduro sebagai pengganti mendiang Hugo Chavez.

Namun, Pemerintah Caracas menilai, sutradara AS itu terkait dengan gerakan protes anti-pemerintah yang dikenal dengan nama "Operasi Kedaulatan".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelompok ini menuntut informasi lebih banyak terkait kondisi kesehatan Hugo Chavez sebelum dia meninggal dunia pada Maret lalu.

Sama seperti pendahulunya, Nicolas Maduro juga kerap menuding Washington mencoba untuk mengacaukan negeri kaya minyak itu.

Bulan lalu, Maduro menuduh dua mantan duta besar AS tengah merencanakan upaya pembunuhan dirinya sebelum pemilihan presiden 14 April.

Dua pekan sebelumnya, dua orang atase militer AS diusir dari Venezuela dengan tuduhan terlibat konspirasi yang akan menggulingkan Pemerintahan Venezuela.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.