AS Imbau Pyongyang Bebaskan Pemandu Wisata AS

Kompas.com - 03/05/2013, 11:13 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com — Amerika mengimbau kepada Korea Utara untuk membebaskan seorang warga Amerika keturunan Korea yang dihukum 15 tahun kerja paksa karena apa yang dikatakan Pyongyang "tindakan bermusuhan" terhadap negara itu.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Patrick Ventrell hari Kamis mengatakan kepada wartawan mengenai Kenneth Bae (44 tahun), seorang pemandu wisata yang ditangkap November lalu.

Kantor berita resmi Korea Utara mengatakan, Bae, yang juga dikenal sebagai Pae Jun-ho, dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung negara itu hari Selasa. Pyongyang sebelumnya mengatakan Bae telah mengaku melakukan kejahatan-kejahatan untuk menggulingkan pemerintah itu.

Ventrell mengatakan, fakta-fakta mengenai kasus itu belum jelas. Rekan Bae juga telah melakukan kampanye untuk membebaskannya.

Sebelumnya, Korea Utara mengatakan pihaknya menjatuhkan hukuman 15 tahun kerja paksa kepada seorang warga Amerika setelah mendapatinya bersalah melakukan apa yang dikatakan Korea Utara "tindakan permusuhan" terhadap negara itu.

Korea Utara sebelumnya mengatakan Pae Jun-ho mengaku bersalah melakukan kejahatan untuk menggulingkan pemerintah. Namun, tidak dijelaskan apa kejahatan-kejahatan yang dituduhkan itu.

Kenneth Bae ditangkap pada November di kota pelabuhan Rason yang terletak di sebuah zona perekonomian khusus dekat perbatasan Rusia dan China.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X