Anwar Ibrahim Yakin Menang

Kompas.com - 01/05/2013, 03:18 WIB
Editor

KUALA LUMPUR, SELASA - Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, mengaku sangat optimistis aliansi tiga partai politiknya akan menang dalam pemilihan umum. Hal itu sekaligus juga berarti menggulingkan Barisan Nasional, koalisi parpol yang telah berkuasa lebih dari setengah abad di negeri itu.

Penegasan itu disampaikan Anwar saat diwawancara kantor berita Associated Press, Selasa (30/4).

”Kami akan sukses. Rakyat Malaysia telah bosan dengan pemerintahan semiotoriter ini, di mana pemerintah mengontrol media massa, arogansi penguasa, serta praktik korupsi yang endemis,” ujar Anwar di kantornya di pinggiran Kuala Lumpur.

Anwar lebih lanjut juga mengaku sangat optimistis pemilu kalin ini dukungan para pemilih muda, yang menginginkan adanya perubahan politik di Malaysia, akan sangat menguntungkan pihaknya.

Pada bagian akhir wawancara, Anwar juga menambahkan tak akan ragu menarik diri dari dunia politik untuk sepenuhnya kembali mengajar jika gagal dalam pemilu sekarang.

Khawatir curang

Namun, dia juga mengaku sangat khawatir Barisan Nasional akan melakukan kecurangan dalam pemilu demi mempertahankan kekuasaan mereka.

”Untuk menghadapi kemungkinan itu, kami harus mampu menggalang dukungan lebih besar lagi dari rakyat Malaysia agar mereka bersedia datang ke lokasi pemungutan suara dan memilih. Maka, upaya-upaya curang bisa digagalkan,” ujar Anwar.

Menanggapi tuduhan itu, pihak Barisan Nasional membantahnya.

Pemimpin Barisan Nasional, yang juga Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, bahkan mengaku optimistis pihaknya akan menang dan mengembalikan posisinya sebagai mayoritas di parlemen negeri itu.

Namun, selama ini pihak penguasa kerap memanfaatkan posisinya untuk mendongkrak popularitas mereka, termasuk dengan membuat sejumlah kebijakan populis, seperti mengalokasikan anggaran ke masyarakat berpendapatan rendah dan bentuk insentif keuangan lain.

Sedikitnya 13,3 juta warga Malaysia terdata memiliki hak suara dalam pemilu, yang dipastikan digelar akhir pekan ini. Mereka akan memberikan suara untuk memilih 222 kursi parlemen dan juga 12 anggota dewan negara bagian.

Transisi damai

Lebih lanjut, Anwar, mantan wakil PM Malaysia di masa Mahathir Mohammad dan sempat dipenjara atas tuduhan sodomi pada tahun 1998, menjanjikan proses peralihan kekuasaan damai jika dirinya menang pemilu.

”Tak akan ada kebencian atau pencemaran nama baik. Minat kami hanyalah untuk memerintah secara adil,” ujar Anwar.

Pihak oposisi juga berencana memperkenalkan dan menerapkan aturan hukum serta kebijakan yang membantu seluruh warga Malaysia tanpa ada diskriminasi, baik secara ras maupun afiliasi politik.

”Kami menginginkan kebijakan yang memberi rasa percaya diri bagi semua pihak. Lebih dari setengah abad setelah merdeka, kami tak ingin ada kebijakan yang memarjinalkan orang Melayu miskin, mendiskriminasi warga etnis Tionghoa, atau mengabaikan warga etnis India,” kata Anwar. (AFP/AP/DWA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.