Kompas.com - 25/04/2013, 13:09 WIB
EditorEgidius Patnistik

NEW YORK, KOMPAS.com Kakak beradik yang menjadi pelaku penyerangan mematikan di Maraton Boston, setelah ledakan itu berencana berangkat ke Manhattan untuk berpesta, kata Kepala Polisi New York Ray Kelly, Rabu (24/4/2013).

Entah Dzhokhar atau Tamerlan Tsarnaev mengatakan kata "Manhattan" dalam sebuah percakapan yang terdengar oleh sopir mobil SUV yang mereka bajak di Cambridge, Massachusetts, pekan lalu, sebelum terlibat baku tembak dengan polisi, kata Ray Kelly. "Mereka berbicara entah dalam bahasa Chechen atau Rusia, bahasa yang tidak dipahami pengemudi itu. Namun, pengemudi itu ingat dia mendengar kata 'Manhattan' dalam percakapan mereka," kata Kelly kepada wartawan.

"Informasi yang kami terima, mereka mengatakan sesuatu tentang berpesta atau mengadakan pesta. Sedikit informasi yang kami miliki. Mereka mungkin telah merencanakan untuk datang berpesta di New York."

Menurut The Boston Globe, pemilik SUV itu mengatakan kepada polisi bahwa Tamerlan mengancam dia dengan mengatakan, "Kami baru saja membunuh seorang polisi. Kami meledakkan maraton. Sekarang kami akan ke New York. Jangan macam-macam dengan kami."

Tak lama setelah mendengar percakapan itu, pengemudi tersebut mampu membebaskan dirinya dari dua kakak-beradik itu, yang kemudian dilacak polisi. Pengejaran memicu baku tembak yang menyebabkan Tamerlan (26) tewas dan Dzhokhar (19) ditangkap pada Jumat malam setelah sebuah pemburuan besar-besaran.

Dzhokhar telah didakwa dengan tuduhaan melakukan aksi teror yang mencakup penggunaan senjata pemusnah massal dalam pengeboman kembar pada 15 April yang menewaskan tiga orang dan melukai 264 orang di garis finis Maraton Boston. Jika terbukti bersalah, remaja itu—yang masih dirawat di rumah sakit—bisa menghadapi hukuman mati.

Sementara itu, sejumlah pejabat mengatakan, CIA meminta kepada badan kontraterorisme AS untuk menambahkan nama Tamerlan dalam daftar pantauan teroris lebih dari satu tahun sebelum serangan itu. Badan mata-mata itu membuat langkah tersebut setelah para pejabat Rusia menghubungi rekan-rekan CIA mereka pada September 2011 terkait kekhawatiran mereka tentang kemungkinan hubungan tersangka yang kini sudah tewas itu dengan kelompok teroris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.