Kompas.com - 20/04/2013, 03:37 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

PESHAWAR, KOMPAS.com — Serangan roket menghajar area di dekat lokasi kampanye pemilu Pakistan, Jumat (19/4/2013). Sedikitnya delapan orang cedera. Lokasi serangan berdekatan dengan perbatasan Pakistan dan Afghanistan.

"Sedikitnya delapan orang cedera ketika tiga roket yang ditembakkan oleh orang-orang tak dikenal meledak di dekat tempat kampanye pemilihan umum," kata seorang pejabat keamanan senior di daerah itu kepada AFP melalui telepon. Serangan itu terjadi di Wana, kota utama di Waziristan Selatan, di mana Taliban dan kelompok-kelompok militan lain memiliki pangkalan, lapor AFP.

Satu roket jatuh di pasar Wana, yang kedua meledak di luar rumah calon independen setempat, Malik Naseerullah Khan, dan roket ketiga jatuh di dekat tempat kampanye yang dihadiri ratusan orang, kata pejabat itu. Seorang pejabat keamanan lain mengonfirmasi serangan tersebut.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi warga suku setempat mengatakan bahwa Taliban melarang pawai-pawai politik di sekitar pasar Wana. Menurut mereka, Taliban menarik denda pada Khan yang melakukan kampanye di daerah itu dua hari sebelumnya.

Ada kekhawatiran kekerasan militan akan merusak pemilihan umum nasional dan regional pada 11 Mei 2013. Pemilu ini seharusnya menandai proses peralihan demokratis di negara tersebut, yang selama beberapa tahun terakhir berada di bawah rezim militer.

Tarekat Taliban di Pakistan mendalangi dua serangan bersenjata sebelumnya, Minggu (14/4/2013). Mereka juga menjadi otak pembunuhan terhadap calon dari partai sekuler Gerakan Muttahida Qaumi (MQM), mitra koalisi pemerintahan sebelumnya.

Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007. Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban, setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah tragedi 11 September 2001 di AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pakistan juga mendapat peningkatan tekanan internasional untuk menumpas kelompok militan di wilayah barat laut dan tengah wilayahnya, menyusul maraknya serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan. Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaida di kawasan pegunungan di wilayah Pakistan yang dituding sebagai tempat persembunyian dan pelatihan para militan.

Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror. Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak tersebut. Warga Pakistan juga berpendapat kehadiran pesawat-pesawat tanpa awak Amerika (drone) itu adalah pelanggaran atas kedaulatan Pakistan. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.