Jordania-Arab Saudi Melawan Al-Nusra - Kompas.com

Jordania-Arab Saudi Melawan Al-Nusra

Kompas.com - 17/04/2013, 07:34 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Arab Saudi dan Jordania dikabarkan telah sepakat untuk melatih Tentara Pembebasan Suriah (FSA), sayap militer kubu oposisi di Suriah yang berhaluan moderat, dan mengirim senjata ke pihak oposisi di Provinsi Deraa, Suriah selatan.

Demikian diberitakan harian Al Quds Al Arabi edisi Selasa (16/4), seperti dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kairo, Mesir.

Misi anggota FSA di bawah asuhan Badan Intelijen Pusat AS (CIA) itu tidak hanya untuk menghadapi pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad, tetapi juga menghadang kelompok militan Front Al-Nusra yang makin kuat pengaruhnya akhir-akhir ini.

Jordania disebut mendapatkan imbalan bantuan 1 miliar dollar AS dari Arab Saudi atas kerja sama tersebut. Bantuan itu, bagi Jordania, sangat penting karena negara itu kini dililit utang hingga 20 miliar dollar AS dan defisit anggaran belanja mencapai 2 miliar dollar AS.

Beban Jordania saat ini terus bertambah dengan mengalirnya pengungsi asal Suriah ke negara itu. Tercatat hampir 500.000 pengungsi Suriah kini berada di Jordania.

Perdana Menteri (PM) Jordania Abdullah Ensour sering menegaskan, krisis Suriah merupakan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas Jordania. Para pejabat Jordania belakangan ini juga melihat, semakin kuatnya pengaruh Al-Nusra di Suriah merupakan ancaman terhadap keamanan Jordania dan kekuasaan Raja Abdullah II.

Para pengambil keputusan di Jordania berpandangan, berlarut-larutnya krisis di Suriah hanya akan memperkuat pengaruh Front Al-Nusra. Sebaliknya, jika krisis Suriah cepat selesai, hal itu akan membantu kekuatan moderat memegang kendali di negara tersebut.

Itu sebabnya Jordania memutuskan membuka perbatasannya bagi penyaluran senjata ringan dan menengah ke Provinsi Deraa di Suriah selatan. Senjata itu disebutkan dibeli dari Kroasia di bawah pengawasan CIA dengan dana Arab Saudi.

Mengundang protes

Sebelumnya, Front Al-Nusra telah menobatkan pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri, sebagai pemimpin mereka. Tindakan tersebut mengundang protes dari berbagai kelompok oposisi di Suriah, termasuk dari kalangan Islamis. AS telah memasukkan Front Al-Nusra sebagai organisasi teroris.

Ketua Koalisi Nasional Suriah (NC) yang telah mengundurkan diri, Moaz al-Khatib, menyerukan agar Front Al-Nusra memutus hubungan dengan Al Qaeda.

Di sela-sela konferensi ”Islam dan Keadilan Transisi di Suriah” yang digelar di Istanbul, Turki, Selasa, Khatib menegaskan, gerakan revolusi Suriah menolak keras paham dan keterlibatan Al Qaeda.

Salah satu pemimpin Ikhwanul Muslimin (IM) di Suriah, Riyadh Syaqfa, juga meminta Al-Nusra menghormati kebersamaan perjuangan dan mengadopsi paham Islam moderat.

Pasukan oposisi yang membawa bendera Islamis di Suriah saat ini terdiri atas tiga kelompok. Mereka adalah Front Islam untuk Pembebasan Suriah yang didirikan pada September 2012 dan dikenal sebagai sayap militer IM di Suriah.

Kemudian Front Islam Suriah yang didirikan pada Desember 2012 dan dikenal sebagai sayap militer gerakan Salafi di Suriah. Kelompok ketiga adalah Front Al-Nusra, yang merupakan gerakan paling radikal dan mengklaim memiliki hubungan dengan jaringan Al Qaeda.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorEgidius Patnistik
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Atasi Krisis Uang Tunai, Pedagang di India Berdoa kepada Dewa ATM

    Atasi Krisis Uang Tunai, Pedagang di India Berdoa kepada Dewa ATM

    Internasional
    Cek Daftar Pemilih, KPU Akan Bentuk Forum Pemutakhiran Data Pemilu

    Cek Daftar Pemilih, KPU Akan Bentuk Forum Pemutakhiran Data Pemilu

    Nasional
    Ilusionis David Copperfield Bongkar Trik Sulapnya di Pengadilan

    Ilusionis David Copperfield Bongkar Trik Sulapnya di Pengadilan

    Internasional
    KPK Tetapkan Kadis PKAD dan Dua Anggota DPRD Bandung sebagai Tersangka

    KPK Tetapkan Kadis PKAD dan Dua Anggota DPRD Bandung sebagai Tersangka

    Nasional
    Malam Ini, Debat Perdana Pilkada Jateng Akan Berlangsung Atraktif

    Malam Ini, Debat Perdana Pilkada Jateng Akan Berlangsung Atraktif

    Regional
    Sandiaga Bertemu Rizal Ramli di Balai Kota, Bahas Pilpres

    Sandiaga Bertemu Rizal Ramli di Balai Kota, Bahas Pilpres

    Megapolitan
    Politisi Gerindra Sebut Tertutup Opsi Pasangkan Prabowo-Jokowi

    Politisi Gerindra Sebut Tertutup Opsi Pasangkan Prabowo-Jokowi

    Nasional
    Pembuat SIM Palsu yang Beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok Ditangkap

    Pembuat SIM Palsu yang Beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok Ditangkap

    Megapolitan
    Disaksikan Ribuan Orang, Dua Terpidana PSK 'Online' di Banda Aceh Dihukum Cambuk

    Disaksikan Ribuan Orang, Dua Terpidana PSK "Online" di Banda Aceh Dihukum Cambuk

    Regional
    Politisi Gerindra Sebut Pilkada Langsung Memicu Sistem Politik Berbiaya Tinggi

    Politisi Gerindra Sebut Pilkada Langsung Memicu Sistem Politik Berbiaya Tinggi

    Nasional
    Ini 6 Tahap yang Harus Dilalui Peserta Ujian SBMPTN

    Ini 6 Tahap yang Harus Dilalui Peserta Ujian SBMPTN

    Edukasi
    Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Jalani 24 Adegan Rekonstruksi

    Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Jalani 24 Adegan Rekonstruksi

    Megapolitan
    Baliho Sam Aliano 'Nyapres' Diturunkan karena Ilegal

    Baliho Sam Aliano "Nyapres" Diturunkan karena Ilegal

    Megapolitan
    Rizal Ramli: Setelah Gubernur Baru, Terasa Suasana Tenang di DKI, Sebelumnya Tahulah...

    Rizal Ramli: Setelah Gubernur Baru, Terasa Suasana Tenang di DKI, Sebelumnya Tahulah...

    Megapolitan
    Korut dan Korsel Coba Saluran Telepon Khusus Jelang KTT Antar-Korea

    Korut dan Korsel Coba Saluran Telepon Khusus Jelang KTT Antar-Korea

    Internasional

    Close Ads X