Kompas.com - 16/04/2013, 14:34 WIB
EditorErvan Hardoko

Semua ini jauh lebih mudah dan murah dibanding mebuat burka ala Afganistan yang memiliki banyak langkah.

Di saat permintaan burka menurun di Kabul, namun di beberapa provinsi yang masih konservatif, permintaan burka tetap tinggi.

Mohammad Akram (35), seorang penjual burka di Kabul, menyadari meningkatnya permintaan burka di kawasan-kawasan yang masih bergolak.

"Bisnis masih cukup bagus saat ini. Kami masih bisa menjual burka dengan total penjualan 1.000-1.500 dollar AS setiap pekan di sejumlah provinsi seperti Kandahar, Helmand, dan Zabul," kata Akram.

Di tokonya, Akram menjual berbagai jenis burka. Burka buatan Afganistan menjadi yang paling mahal yaitu antara 20-60 dollar AS. Sementara, burka buatan China dihargai 10-20 dollar AS.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.