Kompas.com - 16/04/2013, 04:42 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BOSTON, KOMPAS.com — Rangkaian ledakan di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin (15/4/2013) siang tak berhenti di arena Boston Marathon. Meskipun polisi telah menjinakkan dua bahan peledak lain di sekitar arena perlombaan, ledakan ketiga terjadi di Perpustakaan Kepresidenan John F Kennedy.

"Pihak berwenang percaya (ledakan ketiga ini) terkait (dengan dua ledakan sebelumnya)," kata Komisaris Polisi Boston, Ed Davis. Dua ledakan sebelumnya terjadi di sekitar area garis finish Boston Marathon. Dua orang dilaporkan tewas, dan korban luka mencapai lebih dari seratus orang.

Dari siaran langsung CNN terdengar dentum ledakan cukup keras seperti lontaran meriam. Keriuhan massa yang memenuhi ajang terkenal Boston Marathon tak terhindarkan. Perlombaan lari ini diikuti lebih dari 20.000 pelari.

Seiring insiden di Boston ini, keamanan Amerika langsung ditingkatkan. Gedung Putih pun langsung menyisir sekitar West Wing. Jalur penerbangan juga dialihkan dari sekitar lokasi ledakan, layanan kereta bawah tanah yang mengarah ke sekitar arena Boston Marathon juga seketika dihentikan. Beberapa kota dilaporkan telah meningkatkan status keamanan sesuai protokol keamanan dalam negeri.

Serangan bom, bukan ledakan

Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden sudah langsung menggunakan istilah "serangan bom" merujuk insiden di Boston, alih-alih "ledakan". Ledakan terjadi sekitar pukul 14.45 waktu setempat, disusul ledakan kedua yang berjeda 10 detik. Dua peledak lain dijinakkan dari sekitar lokasi ledakan ini, tapi ternyata ledakan ketiga terjadi di Perpustakaan JFK. 

"Doa kami menyertai masyarakat Boston yang terluka," kata Biden, seperti dilaporkan wartawan The Guardian, Dan Roberts. Panitia lomba ini juga merujuk serangan bom, tapi belum ada konfirmasi resmi dari aparat hukum setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

The Guardian juga melaporkan bahwa Presiden Amerika Barack Obama telah menelepon Wali Kota Boston Tom Menino dan Gubernur Massachussetts Deval Patrick terkait peristiwa ini. Juru bicara Gedung Putih, seperti dikutip Dan Roberts, menyatakan, Obama menyampaikan keprihatinan terhadap semua korban, dan menyatakan seluruh jajarannya akan turun memberikan dukungan terkait insiden ini.

Sumber: CNN/AP/Guardian

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.