Kompas.com - 27/03/2013, 16:10 WIB
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com — Pengadilan di Mesir Hulu, awal pekan ini, menjatuhkan hukuman mati untuk seorang pria Muslim karena membunuh pemeluk Kristen Koptik dalam sebuah kerusuhan sektarian di Mesir. Demikian laporan kantor berita Mesir, MENA.

Mahmoud Abdel Nazir terbukti bersalah menyerang permukiman warga Koptik yang menewaskan dua orang pada November 2011. Aksi kekerasan muncul setelah seorang pria Koptik memukuli adik Abdel Nazir hingga tewas setelah berselisih terkait penggunaan jalan desa.

Abdel Nazir dan beberapa orang lainnya kemudian menyerang sejumlah rumah dan toko milik keluarga si pria Koptik. Dalam serangan itu, seorang petani dan seorang pedagang tewas. Dua orang lain juga terluka dan sejumlah bangunan terbakar.

Hakim kemudian mengirim keputusan vonis mati ini ke ulama besar Mesir, otoritas keagamaan tertinggi Mesir, untuk meminta izin pelaksanaan hukuman mati.

Ini adalah sebuah langkah prosedural yang biasanya selalu berujung pemberian izin pelaksanaan hukuman mati.

Sejak kejatuhan Hosni Mubarak, warga Koptik yang mencapai 10 persen dari seluruh penduduk Mesir, menyuarakan keluhan mereka karena semakin tersisihnya mereka dari berbagai bidang kehidupan di Mesir.

Namun, Presiden Mesir Muhammad Mursi yang disokong Ikhwanul Muslimin, sejak dilantik berjanji akan melindungi seluruh rakyat Mesir, termasuk minoritas Kristen Koptik.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.