Kompas.com - 25/03/2013, 09:23 WIB
EditorEgidius Patnistik

KAIRO, KOMPAS.com Ahmed Moaz al-Khatib hari Minggu mengundurkan diri sebagai Ketua Koalisi Nasional Suriah dengan mengatakan, ia akan memiliki lebih banyak kebebasan untuk bekerja di luar institusi resmi apa pun.

Dalam sebuah pesan di halaman Facebook-nya, Khatib mengatakan, ia telah menjanjikan rakyat Suriah bahwa ia akan mengundurkan diri jika ada masalah yang menurutnya telah mencapai "batas-batas tertentu". Ia tidak menjelaskan hal itu lebih jauh.

Khatib dipilih untuk memimpin koalisi tersebut empat bulan lalu dalam upaya untuk menyatukan kelompok oposisi yang kerap terpecah itu.

Pengunduran diri Khatib terjadi sewaktu Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Hamad bin Jassem bin Jabber al-Thani menyambut hasil pemilu koalisi tersebut pekan lalu, yang menghasilkan keputusan Ghassan Hitto sebagai perdana menteri bayangan dalam pemerintahan sementara di Suriah.

Sheikh Hamad menyebut peran Hitto penting dan langkah yang perlu dalam mempersiapkan pemerintahan sementara Suriah. Sheikh Hamad berbicara di Doha menjelang KTT Arab pada Selasa ketika konflik Suriah diperkirakan akan menjadi agenda penting.

Kelompok oposisi Suriah terpecah sangat tajam terkait arah konflik yang sudah memasuki tahun ketiga tersebut. Beberapa pihak ingin mengadakan dialog dengan pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad, sementara lainnya lebih memilih solusi militer.

Di antara kelompok yang terakhir terdapat anggota-anggota Laskar Suriah Merdeka yang banyak menolak gagasan adanya pemerintah oposisi sementara. Mereka mengatakan, gerilyawan juga telah memerintah dan menguasai daerah-daerah tempat terjadi pertempuran sengit.

Ketegangan antar-gerilyawan di lapangan dan kelompok oposisi yang berbasis di Turki meningkat seiring adanya persepsi tentang status Hitto sebagai orang luar, khususnya karena ia berkewarganegaraan Amerika.

Direktur Carnegie Middle East Center Paul Salem mengatakan, sejak awal ada beberapa masalah dengan kelompok oposisi tersebut ditambah sekarang ini dengan kontroversi seputar pemilihan Hitto dan pengunduran diri Khatib, yang menurutnya merupakan perkembangan yang patut disayangkan.

"Kelompok oposisi telah sangat terpecah, tidak menunjukkan posisi meyakinkan, baik bagi mereka yang bertempur di dalam Suriah maupun bagi masyarakat kawasan dan internasional yang ingin membantu mereka," paparnya.

Sementara itu, Uni Eropa yang mendukung kelompok oposisi secara politik juga terpecah setelah pertemuan hari Sabtu yang tidak menghasilkan keputusan apakah akan mencabut embargo senjata yang akan memungkinkan pengiriman senjata kepada para gerilyawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.