Paus Tetap Sederhana

Kompas.com - 15/03/2013, 02:24 WIB
Editor

Vatikan, Kompas - Menjadi Paus tidak mengubah sikap sederhana Kardinal Jorge Mario Bergoglio. Pada Kamis (14/3), Paus Fransiskus mengunjungi biara tempatnya menginap sebelum konklaf—yang memilih dia menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik—untuk mengambil tasnya.

”Dia mengepak tasnya lalu membayar sendiri biaya penginapan,” ujar juru bicara Vatikan, Federico Lombardi.

Hal itu dilakukan setelah Paus berdoa di Basilika Santa Maria Maggiore, di Roma, Kamis pagi, kegiatan pertama Fransiskus setelah terpilih sebagai Paus. Perjalanan itu juga tidak mencolok. Paus hanya menaiki mobil polisi Vatikan tanpa iringan pengawal.

”Dia berbicara dengan ramah, seperti seorang bapak. Kami hanya diberi tahu 10 menit sebelum dia datang,” ujar Ludovico Melo, pastor di Basilika yang berdoa bersama Paus.

Setelah berdoa pribadi dan bersama sejumlah imam, Fransiskus keluar dari gereja terbesar di Roma itu dan menyeberang jalan. Dia mendatangi sebuah sekolah dan menyapa anak-anak, juga orang-orang yang sedang menuju tempat kerja. Mereka berebutan menyalami Paus.

Paus dijadwalkan memimpin misa dengan para kardinal di Kapel Sistina, Kamis petang. Pada Jumat, Fransiskus bertemu semua kardinal, termasuk kardinal berusia di atas 80 tahun yang tidak mengikuti konklaf.

Media Vatikan mendapat giliran beraudiensi dengan Paus pada Sabtu. Paus akan memberi berkat mingguan Angelus di Lapangan Santo Petrus, Minggu, disusul dengan misa penobatan Paus yang dilakukan di Lapangan Santo Petrus pada 19 Maret.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kerja sama

Terpilihnya Kardinal Jorge Mario Bergoglio mendapat sambutan hangat para pemimpin dunia. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengatakan menanti kerja sama lebih erat antara PBB dan Takhta Suci.

”Kami berbagi banyak tujuan sama, mulai perdamaian, keadilan sosial, hak asasi manusia, hingga pemberantasan kemiskinan dan kelaparan. Saya juga yakin Paus akan terus mendorong dialog antar-agama,” ujar Ban.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengucapkan selamat atas terpilihnya Paus Fransiskus. ”Bersama jutaan warga Hispanik di AS, kami berbagi kegembiraan pada hari bersejarah ini. Saya menantikan kerja sama Paus untuk membangun perdamaian, keamanan, dan kehormatan umat manusia, apa pun agamanya,” ujar Obama.

Harapan serupa disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Inggris David Cameron, Presiden Uni Eropa Herman van Rompuy, dan Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barroso. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, berharap hubungan China-Vatikan menjadi lebih baik.

Di Italia, koresponden Kompas, Denny Sutoyo-Gerberding, melaporkan, terpilihnya Paus mengalihkan perhatian masyarakat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan dan politik pasca-pemilu di negeri itu. Politik Italia terancam buntu setelah pemilu tidak menghasilkan pemenang mayoritas sehingga partai-partai harus berkoalisi membentuk pemerintahan.

Sejumlah warga Italia yang ditemui di Vatikan mengatakan, partai politik Italia harus mencontoh Vatikan dalam proses pemilihan Paus kali ini, yang berlangsung singkat dan menghasilkan seorang pemimpin yang dihormati.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X