Kompas.com - 09/03/2013, 06:31 WIB
EditorA. Wisnubrata

VATIKAN, KOMPAS.com — Kongregasi Umum Kolegium Kardinal pada Jumat (8/3/2013) malam waktu Roma menetapkan waktu pelaksanaan konklaf (pemilihan paus baru).

Dewan Kardinal menentukan, konklaf untuk memilih pengganti Paus Benediktus XVI yang turun takhta pada 28 Februari lalu akan digelar pada Selasa (12/3/2013) mendatang.

Konklaf akan dibuka dengan misa di Basilika Santo Petrus, Selasa (12/3/2013) pagi. Sore harinya, sebanyak 115 kardinal pemilih akan berkumpul di Kapel Pauline untuk berkumpul dan berdoa.

Juru Bicara Vatikan Pastor Federico Lombardi SJ mengatakan, dari sana, sebanyak 115 kardinal pemilih akan melakukan proses pemilihan dengan meminta bimbingan Roh Kudus di Kapel Sistina.

Di Kapel Sistina ini pula, para kardinal pemilih akan mengambil keputusan untuk memilih penerus ke-265 takhta Santo Petrus.

Para kardinal juga akan bersumpah untuk melaksanakan aturan selama konklaf berlangsung, termasuk mempertahankan kesetiaan dengan menjaga kerahasian pemilihan paus.

Kardinal Angelo Sodano Dean akan bertugas membacakan rumusan sumpah. Setelah semua kardinal mengambil sumpah, Pimpinan Upacara Kepausan, Bapa Uskup Mgr Guido Marini, akan memerintahkan semua individu selain pemilih kardinal dan peserta konklaf untuk meninggalkan Kapel Sistina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Guido akan berdiri di pintu dan mengucapkan kalimat "Omnes ekstra" untuk mempersilakan orang yang tidak berkepentingan keluar, kemudian pintu akan ditutup.

Menurut Konstitusi Apostolik, pemungutan suara dapat digelar pada sore di hari pertama. Jika di hari pertama tidak seorang pun yang terpilih, pemungutan suara akan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Jika tidak ada hasil yang diperoleh setelah tiga hari, proses konklaf ditangguhkan, untuk berdoa, bermeditasi, dan merefleksi diri, hingga paus baru terpilih.

Dari 115 kardinal pemilih, lebih dari separuhnya berasal dari Eropa. Rinciannya, 60 kardinal berasal dari Eropa, 19 dari Amerika Latin, 14 dari Amerika Utara, 11 dari Afrika, 10 dari Asia, dan 1 dari Oseania. Rata-rata, usia para kardinal pemilih adalah 71 tahun.

Berdasarkan catatan sejarah, terdapat delapan konklaf yang digelar di abad ke-20 dan hanya tiga di antaranya berlangsung lebih dari tiga hari.

Konklaf terpanjang dalam 200 tahun terakhir terjadi pada 1830-1831. Kala itu, konklaf berlangsung selama 50 hari untuk total 83 suara yang dihasilkan dalam pemilihan Paus Gregory XVI. Sementara konklaf terpendek di abad ke-20 terjadi pada 1939. Saat itu, Eugenio Pacelli terpilih sebagai Paus Pius XII.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.