Kompas.com - 11/02/2013, 19:30 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Delapan abad adalah waktu panjang dan umur tua bagi sebuah tradisi. Sama halnya dengan konklaf atau pemilihan Paus baru dalam khazanah Gereja Katolik Roma. Catatan terkumpul oleh Kompas.com menunjukkan konklaf atau yang lazim ditulis conclave berasal dari gabungan dua kata Bahasa Latin. Yang pertama adalah cum yang berarti bersama atau dengan. Yang kedua adalah clavis yang berarti kunci.

Adalah Paus Gregorius X yang pertama kali menggunakan kata itu pada Juli 1274. Paus, saat itu mengumumkan peraturan prosedur pemilihan Paus. Sampai sekarang, konklaf dilakukan dalam sebuah rapat tertutup.

Konklaf dimulai dalam rentang 15 hingga 20 hari sejak meninggalnya Paus. Perhelatan itu dilakukan di Kapel Sistina sebuah lokasi kediaman Paus yang masih berada satu kompleks dengan Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Penetapan jangka waktu itu dilakukan pada abad pertengahan. Soalnya, kala itu, transportasi menuju Vatikan yang berada di dalam Kota Roma masih terbilang sulit. Padahal, peserta konklaf adalah para kardinal dari seluruh dunia.

Menariknya, jangka waktu tersebut tetap dilakukan sampai kini. Pertimbangannya, ada waktu cukup bagi para kardinal bertukar pikiran soal keadaan Gereja Katolik. Meski tidak menjadi keharusan, masa waktu tersebut bisa pula dimanfaatkan untuk membicarakan calon pengganti Paus. Waktu jeda tersebut istilahnya novemdiales.

Masa jeda berakhir dengan misa yang disebut Pro Eligendo Papa. Dalam misa yang dilaksanakan di Basilika Santo Petrus pagi hari, seluruh kardinal hadir. Usai misa, konklaf pun dimulai di Kapel Sistina.

Alat komunikasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat awal konklaf, paling banyak dua asisten menjadi pendamping kardinal. Nantinya, saat pemilihan berlangsung, para asisten ini pun keluar dari ruangan. Kapel Sistina pun dikunci.

Sementara, larangan yang tetap dipegang teguh sampai kini adalah para kardinal tak diperkenankan membawa alat komunikasi apa pun. Para kardinal juga dilarang berkomunikasi keluar dengan siapa pun.

Para Kardinal selanjutnya mengadakan pemilihan secara rahasia. Setiap pembocoran mengenai tendensi atau sirkumstansi pemilihan dihukum dengan ekskomunikasi atau diasingkan dari Gereja Katolik Roma. Setiap orang Katolik yang sudah dibaptis dari jenis kelamin laki-laki dan lebih dari 30 tahun usianya boleh dipilih sebagai Paus, meskipun selalu terpilih salah satu kardinal.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.