Kompas.com - 22/01/2013, 07:59 WIB
EditorEgidius Patnistik

KAIRO, KOMPAS.com - Rakyat Israel, Selasa (22/1) ini, menuju tempat pemungutan suara untuk memilih 120 anggota Knesset atau parlemen Israel. Tercatat sekitar 5 juta warga mempunyai hak pilih, termasuk 800.000 warga Arab Israel, atau warga Arab sebelum tahun 1948 yang memilih tetap tinggal di dalam wilayah Israel.

Partai peserta pemilu hingga Senin terus berusaha mencari simpati pemilih yang belum menentukan pilihan. Menurut jajak pendapat, ada sekitar 15 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya. Demikian dilaporkan wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman yang memantau perkembangan pemilu Israel dari Kairo, Mesir.

Dalam jajak pendapat terakhir, Jumat pekan lalu, koalisi Likud-Beiteinu pimpinan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman masih memimpin dengan perolehan 32-35 kursi Knesset. Perolehan itu turun dari perolehan kedua partai saat ini, yakni 42 kursi.

Koalisi Likud-Beiteinu harus bersaing dengan partai beraliran kiri-tengah dan kanan radikal. Dalam jajak pendapat itu, partai kanan radikal, Bayit Yehudi, yang berbasis dukungan penghuni permukiman Yahudi di Jerusalem Timur dan Tepi Barat pimpinan Naftali Bennett diperkirakan meraih 15 kursi.

Adapun Partai Buruh pimpinan Shelly Yachimovich yang beraliran kiri akan mendapat 17 kursi. Partai baru Yesh Atid yang didirikan Yair Lapid diprediksi mendapat 10-13 kursi. Adapun Partai Hatnuah pimpinan mantan Menlu Tzipi Livni diperkirakan memperoleh 7-8 kursi Knesset.

Koalisi

Livni, Lapid, dan Yachimovich pada awal Januari sempat bertemu untuk membahas kemungkinan koalisi kiri-tengah dalam upaya melawan koalisi kanan. Namun, pertemuan mereka gagal mencapai kesepakatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perbedaan pendapat itu terjadi ketika Livni meminta Atid dan Yachimovich berkomitmen untuk tidak bergabung dengan pemerintah pimpinan Netanyahu jika koalisi Likud-Beiteinu memenangi pemilu. Namun, Atid dan Yachimovich menolak permintaan Livni itu.

Gagalnya upaya partai kiri dan tengah untuk berkoalisi dalam upaya membendung laju koalisi yang berkuasa sangat menguntungkan posisi Likud-Beiteinu itu. Akan tetapi, pimpinan koalisi Likud-Beiteinu merasa tidak puas hasil jajak pendapat.

Menurut mereka, bila perolehan kursi Likud-Beiteinu dalam pemilu ini sesuai hasil jajak pendapat itu, mereka terpaksa berkompromi dengan kelompok kanan radikal dan agama. Bahkan, mereka perlu mengajak kubu kiri-tengah untuk membentuk pemerintahan mendatang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X