Kompas.com - 14/01/2013, 23:55 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

MILAN, KOMPAS.com -- Pengadilan di Milan, Italia, Senin (14/1/2013), menolak tawaran dari mantan PM Italia Silvio Berlusconi yang menghendaki penangguhan pengadilan seks komersial yang melibatkan dirinya. Berlusconi yang juga pemilik klub sepakbola AC Milan ini meminta penangguhan karena berkaitan dengan kampanye pemilihan umum Italia. Vonis dari pengadilan ini diperkirakan keluar sebelum pencoblosan pada bulan Februari.

Hakim pengadilan memerlukan waktu empat jam sebelum memutuskan pengadilan soal seks komersial ini dilanjutkan. Pembela Berlusconi juga memutuskan mereka tidak perlu mendengarkan kesaksian perempuan Maroko, Karima el-Mahroug yang menjadi pusat dari kasus ini. Karima merupakan saksi kunci terakhir.

Karima tampil di pengandilan pada hari Senin untuk memberi kesaksian. Karima tidak tampil dalam dua jadwal untuk bersaksi di pengadilan dengan alasan sedang berlibur di Meksiko, Amerika Tengah.

Berlusconi dituduh melakukan seks komersial atau membayar Karima untuk melakukan hubungan seks. Perempuan yang juga dikenal sebagai Ruby ini ketika itu baru berusia 17 tahun saat mengadakan pesta "bunga-bunga" yang metampilkan sejumlah perempuan muda.

Berlusconi dituduh melakukan semua ini dengan menggunakan kantornya sebagai penutup dari semua aksi ini. Namun Berlusconi dan Karima sejauh ini menolak tuduhan melakukan hubungan seks.

Karima ditetapkan sebagai saksi terakhir, sehingga vonis hakim bisa dihasilkan sebelum 24-25 Februari mendatang. Vonis ini jelas akan memengaruhi kinerja politik Berlusconi dalam pemilu, sebab salah satu orang kaya Italia ini memimpin koalisi kanan tengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.