Kompas.com - 09/01/2013, 09:36 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

CHENNAI, KOMPAS.com — Perusahaan telepon seluler raksasa asal Finlandia, Nokia, tengah tersandung kasus pajak di India. Otoritas India tengah melakukan penyelidikan atas dugaan penggelapan pajak senilai 545 juta dollar AS.

Pemeriksaan dilakukan di pabrik Nokia yang berlokasi di India selatan. Otoritas pajak India telah mengunjungi pabrik Nokia di Chennai.

"Kami sepenuhnya bekerja sama untuk memastikan mereka mendapatkan informasi yang diperlukan untuk membantu dalam penyelidikan mereka," kata juru bicara Nokia dalam sebuah pernyataan seperti dikutif AFP, Rabu (9/1/2013).

India menjadi salah satu pasar ponsel terbesar di dunia. Nokia menempati urutan kedua di India. Pabrik di Chennai memproduksi lebih dari 20 jenis model ponsel.

Kepala Kantor Pajak Chennai komisaris S Kannan Senthamarai mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan terhadap Nokia karena dugaan penggelapan pajak senilai 545 juta dollar AS. Nokia tidak satu-satunya perusahaan multinasional yang menghadapi penggelapan pajak di India.

Tidak hanya Nokia yang tersandung kasus pajak di India. Perusahaan ponsel asal Inggris, Vodafone, juga masih berutang pajak senilai 2 miliar dollar AS.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X