Kompas.com - 06/01/2013, 09:58 WIB
EditorEgidius Patnistik

Teman seorang perempuan yang meninggal setelah diperkosa di bus di Delhi memberikan wawancara pertama ke media setelah insiden itu.

Lelaki, yang tidak disebutkan namanya, kepada Zee News menceritakan kronologis insiden tersebut. Dia bercerita bagaimana dia dan korban naik ke bus dan membayar tiket, sebelum dia dipukuli sampai tak sadarkan diri oleh sejumlah lelaki yang kemudian memperkosa teman perempuannya.

Perempuan itu kemudian meninggal akibat luka yang dideritanya akhir pekan lalu setelah sempat dirawat di Singapura.

Sementara lima orang tersangka kini akan disidangkan dengan dakwaan pembunuhan dan pemerkosaan. Lima orang tersangka itu terancam hukuman mati jika dinyatakan terbukti bersalah.

Sedangkan enam tersangka lainnya akan diadili dalam pengadilan anak-anak.

Polisi Lamban

Teman perempuan itu mengatakan bus tersebut memiliki jendela yang gelap, dan meyakini bahwa sekelompok lelaki tersebut telah memasang perangkap terhadap mereka. "Kami mencoba melawan. Bahkan teman saya berkelahi dengan mereka, dia mencoba menolong saya," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia mencoba menghubungi nomor darurat polisi 100, tetapi para pelaku merebut telepon genggamnya."

Dia juga mengonfirmasi laporan yang menyebut bahwa para penyerang melempar mereka keluar bus dan mencoba melindas mereka.

Dalam wawancara tersebut dia juga mengkritik polisi yang dinilai lamban merespon serangan tersebut. Dia menuduh polisi terlalu lamban tiba di lokasi, yang kemudian berdebat soal yurisdiksi, dan pada akhirnya membawa mereka ke rumah sakit yang salah.

"Teman saya mengalami pendarahan hebat. Tetapi bukannya membawa kami ke rumah sakit terdekat, mereka (polisi) membawa kami ke sebuah rumah sakit yang sangat jauh," katanya.

Insiden ini menyebabkan kemarahan nasional, dan aksi protes terus berlangsung menuntut perlindungan yang lebih bagi perempuan. Sejumlah pejabat tinggi keamanan India menggelar pertemuan untuk membicarakan kemungkinan reformasi keamanan.

Mereka berjanji untuk merekrut lebih banya perempuan ke pasukan kepolisian, dan menambah polisi wanita di setiap pos polisi di Delhi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.