Kompas.com - 04/01/2013, 10:43 WIB
|
EditorRusdi Amral

CANBERRA, KOMPAS.com — Di Australia, gaji untuk perempuan dengan pekerjaan yang sama semakin jauh tertinggal dari pria. Laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Pemerintah Federal Australia menunjukkan perbedaan itu naik dua kali lipat tahun lalu.

Dalam laporan Badan Kesetaraan Gender Dunia Kerja (WGEA) tahun 2012 disebutkan bahwa gaji awal rata-rata pria di Australia adalah 55 ribu dollar per tahun (lebih dari Rp 550 juta), naik dari 52 ribu dolar dari tahun sebelumnya. Sementara gaji perempuan tidak berubah, yaitu 50 ribu dollar per tahun. Perbedaan paling besar terjadi pada profesi dokter gigi dengan perbedaan pria mendapatkan 14.400 dollar lebih banyak.

Dalam laporan tersebut, perempuan mendapatkan gaji lebih besar dalam 7 dari 23 pekerjaan yang dikaji—antara lain di bidang ilmu biologi, fisika, sosial, komputer, farmasi dan teknik. Namun, kenaikannya secara rata-rata lebih sedikit.

Menurut manajer penelitian WGEA Carla Harris, penemuan mereka ini "mengejutkan". "Pelajaran yang bisa dipetik adalah perbedaan gaji terus berlanjut sehingga memberi dampak besar bagi para wanita muda yang memulai karier mereka," kata Dr Harris seperti dilaporkan situs news.com.au, Jumat (4/1/2013).

Perbedaan gaji para lulusan sarjana antara pria dan wanita ini adalah 9,1 persen, naik dari 5,2 persen dari tahun 2011. "Saya yakin para perempuan lulusan sekolah menengah sekarang yang sedang mempertimbangkan untuk menjadi dokter gigi akan marah mengetahui bahwa gaji mereka akan berbeda 14 ribu dollar di tahun pertama mereka bekerja." tambah Dr Harris lagi.

Hanya di bidang pendidikan, kedokteran, dan ilmu-ilmu kemanusiaan tidak ada perbedaan bayaran. Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L. Sastra Wijaya, walau ada perbedaan gaji, semakin banyak wanita Australia yang menempuh pendidikan di universitas.

Menurut laporan WGEA, 54,7 persen lulusan S-1 adalah wanita. "Rasanya aneh, gaji awal pria meningkat tahun lalu, sementara bagi perempuan tidak, padahal jumlah lulusan terbanyak adalah wanita," kata Harris.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden Asosiasi Pengacara Wanita Negara Bagian Queensland, Kathryn Finlayson, mengatakan, para mahasiswa juga akan terkejut dengan hasil ini. "Sebenarnya, tidak ada alasan untuk membayar sarjana berbeda hanya karena jenis kelamin yang berbeda, padahal mereka mengerjakan hal yang sama. Ini bisa terjadi kalau sudah beberapa tahun kerja karena wanita mungkin berkeluarga dan kerja paruh waktu, atau berhenti sama sekali selama beberapa tahun."

"Namun, ketika mereka mulai, semua lulusan mestinya bayarannya sama. Ini bisa terjadi karena gaji sifatnya rahasia, jadi orang-orang tidak tahu karena tidak pernah dibicarakan," kata Finlayson.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X