Kompas.com - 04/01/2013, 08:50 WIB
EditorEgidius Patnistik

NEW DELHI, KOMPAS.com — Kasus pemerkosaan baru mengguncang India. Sejumlah foto telah beredar yang memperlihatkan seorang politisi terkemuka negara itu dipukuli warga desa setelah politisi itu diduga memerkosa seorang perempuan di rumah perempuan itu pada pukul 2 pagi.

Anggota parlemen daerah Assam dari Partai Kongres yang berkuasa, Bikram Singh Brahma, diduga telah memerkosa seorang perempuan di Desa Santipura di Distrik Assam Chirang sebelum ditangkap penduduk desa, Kamis (3/1/2012).

Kasus itu merupakan kejahatan seksual baru yang menggegerkan India. Negara itu tengah terguncang oleh kasus pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi berusia 23 tahun yang akhirnya meninggal karena luka-luka yang dideritanya dalam pemerkosaan itu. Ia diperkosa sekelompok orang di atas bus yang melaju di ibu kota India, New Delhi, dan kemudian dilemparkan dalam kondisi telanjang dari atas bus. Lima orang tersangka pelaku kini menghadapi proses pengadilan.

"Orang-orang membunyikan alarm semalam setelah pemimpin Partai Kongres Bikram Singh Brahma diduga telah memerkosa seorang perempuan," kata Inspektur Polisi wilayah Chirang, Kumar Sanjeev Krishna, kepada Chronicle Deccan, seperti dikutip Daily Mail.

Politisi itu dilaporkan tengah mengunjungi Desa Santipur, di perbatasan Bhutan, ketika ia memasuki rumah seorang perempuan dan memerkosanya. Brahma kemudian dipukuli para pria dan perempuan warga desa serta merobek pakaiannya. Ia kemudian diserahkan ke polisi dan polisi menahannya. Demikian kata Inspektur Krishna.

Chief Minister Tarun Gogoi mengatakan, siapa pun yang dinyatakan bersalah atas kejahatan keji itu tidak akan lolos, apakah dia anggota kongres atau bukan. "Itu merupakan tindakan paling terkutuk. Siapa pun yang melakukan pemerkosaan atau mengupayakan hal itu harus diberikan hukuman yang keras," katanya.

Pemimpin Partai Kongres Digvijay Singh mengatakan, jika Brahma dinyatakan bersalah, dia akan dikeluarkan dari partai itu.

Sementara itu, sekelompok pria India yang dituduh memerkosa seorang perempuan 23 tahun, Kamis kemarin, diungsikan dari pengadilan di tengah kekhawatiran akan kekerasan massa. Lima orang telah secara resmi didakwa atas perkosaan dan pembunuhan terhadap mahasiswi fisioterapi itu, termasuk seorang remaja yang diduga telah merobek usus korban.

Harian The Hindustan Times melaporkan, berkas tuntutan menyatakan si remaja itu merusak organ tubuh korban dengan tangannya, kemudian memerkosanya dua kali saat gadis itu tidak sadarkan diri. Harian itu juga melaporkan, remaja itu menyarankan gadis tersebut dilemparkan dalam kondisi telanjang dari bus.

Sidang kasus itu akan digelar di pengadilan jalur cepat dan akan dimulai Sabtu besok. "Dari semua orang di dalam bus, dua orang telah terlibat dalam aksi barbarisme, yaitu Ram Singh, terdakwa utama dalam kasus itu, dan orang yang masih remaja tersebut," kata seorang polisi, lapor The Hindustan Times.

Ayah gadis itu telah menyerukan hukum gantung bagi mereka yang bertanggung jawab. "Hukuman mati pantas untuk kejahatan sebesar itu," kata ayah gadis itu, Kamis.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.