Kompas.com - 01/01/2013, 09:14 WIB
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com - Pemerintah Mesir mengatakan telah menahan seorang pria yang diduga adalah seorang perwira militer Israel di wilayah Taba, Semenanjung Sinai karena menerobos masuk perbatasan kedua negara, Senin (31/12/2012) malam.

Kantor berita Mesir MENA melaporkan pria itu adalah warga Tel Aviv keturunan Rusia yang saat ditahan tidak bisa menunjukkan paspornya. Selain tak membawa paspor, nama pria itu tidak muncul di dalam daftar wisatawan yang berkunjung ke Mesir.

Seorang petinggi badan intelijen Mesir mengatakan pria bernama Andrei Pshenichnikov itu adalah seorang perwira angkatan darat Israel. Kini, pria itu masih ditahan dan masih menjalani pemeriksaan.

Sumber di aparat keamanan Mesir mengatakan Pshenichnikov ditahan karena tengah mengumpulkan informasi soal Sinai dari para pengendara mobil di Taba yang terletak dekat perbatasan Mesir-Israel.

Namun, media massa Israel melaporkan Pshenichnikov adalah seorang aktivis pro-palestina. Pria ini, lanjut media Israel, melintasi perbatasan Mesir karena ingin memasuki Jalur Gaza. Warga Mesir memang dilarang memasuki Jalur Gaza dengan alasan keamanan.

Sementara itu, ibu Pshenichnikov, Svetlana kepada Radio Israel membenarkan putranya kini ditahan di Mesir. Putranya, lanjut Svetlana, berniat pergi ke Kairo lewat Sinai untuk bertemu dengan temannya dari Perancis.

"Dia sudah mendapatkan visa (untuk mengunjungi Mesir) dan pergi ke Eilat, untuk menuju ke Kairo," papar Svetlana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun di perbatasan polisi Israel menghentikan dia dan menuduh dia akan melintasi perbatasan secara ilegal. Polisi kemudian menahannya selama beberapa hari. Polisi memaksanya menandatangani pernyataan tidak akan pergi ke Mesir, namun dia menolak," kata Svetlana.

Perempuan itu mengatakan putranya sudah dibebaskan polisi Israel setelah paspor Rusia dan Israel miliknya sudah diperiksa keabsahannya. Namun, di hari yang sama dia menelepon dari Taba dan mengatakan dia ditahan polisi Mesir.

"Setelah dia menyelesaikan wajib militernya, dia mendukung Palestina. Dia menyewa apartemen di kamp pengungsi di Betlehem untuk membuktikan kepada warga setempat bahwa ada orang Israel yang menginginkan perdamaian," tambah Svetlana.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.