Selimut Salju Menutupi Moskwa - Kompas.com

Selimut Salju Menutupi Moskwa

Kompas.com - 30/11/2012, 00:39 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com — Badai salju melanda kota Moskwa, ibu kota Rusia, menimbulkan gangguan pada penerbangan dan menyebabkan kemacetan di jalan-jalan, Kamis (29/11/2012). Badai salju yang berlangsung lama, nyaris 24 jam, ini membuat Moskwa praktis diselimuti salju.

Kantor berita AP mengutip Yelena Temakina, Kepala Departemen Ramalan Cuaca di Kantor Meteorologi Moskwa, menuturkan bahwa salju setebal 20 sentimeter turun di Moskwa dan sekitarnya selama 24 jam. Kondisi ini menjadi tipikal di Moskwa di mana sejumlah besar salju mulai turun dan hal itu praktis berlangsung sepanjang November.

Pihak Pemerintah Kota Moskwa mengatakan, badai salju yang sudah diperkirkan ini akan terus melanda Moskwa sedikitnya sampai Jumat (30/11/2012). Ini merupakan yang terbesar dalam bulan November pada 50 tahun terakhir.

Badai salju dengan curah salju yang cukup tebal membuat sejumlah jalan di Moskwa praktis tak bisa dilewati sejak Kamis pagi. Sekitar 70 penerbangan dari bandara utama Moskwa, Domodedovo, praktis terganggu sepanjang malam. Pada Kamis, seluruh tiga bandara yang melayani Moskwa kembali beroperasi normal.

Para pemilik kendaraan di Moskwa mengajukan keberatan dan kritik karena minimnya upaya membersihkan salju dari jalan-jalan. Di salah satu sisi kota, terjadi kemacetan lalu lintas akut sepanjang sedikitnya 30 kilometer pada Kamis petang.


EditorNasru Alam Aziz
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X