Kompas.com - 28/10/2012, 06:14 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

PANAMA CITY, Kompas.com - Polisi Panama menangkap 202 orang pekan ini karena mereka menjarah banyak toko terkenal di ibukota negeri itu selama protes terhadap peraturan kontroversial penjualan lahan.

Polisi menyatakan kebanyakan orang yang ikut dalam protes tersebut sebelum penjarahan mencuri barang dari toko listik di dekat gedung Dewan Perwakilan Nasional, kendati mereka juga mengobrak-abrik restoran.

Stasiun televisi lokal menayangkan gambar mobil yang rusak dan jendela yang pecah di beberapa gedung kantor. Menurut polisi, seorang letnan cedera di Colon, dan dua orang lagi dilaporkan cedera di Panama City.

Sebagian warga mengatakan kekacauan tersebut mengingatkan mereka mengenai penjarahan yang terjadi setelah serbuan AS ke Panama pada 20 Desember 1989. Demikian laporan Xinhua.

Ketegangan menyebar sejak Jumat (26/10/2012) pagi, ketika beberapa jalan diblokir di Panama City dan Colon, kota terbesar kedua di Panama, oleh pekerja dari serikat pekerja bangunan yang menentang peraturan penjualan tanah.

Para pekerja menuntut pembatalan peraturan itu, yang diusulkan dan disetujui oleh pemerintah bagi penjualan lahan di Zona Perdagangan Bebas Colon (CFTZ), di Atlantik Panama. Protes terus berlangsung kendati pemerintah pada Jumat mengumumkan peraturan tersebut akan dicabut.

Pemrotes yang menjarah toko akan dipandang sebagai penjahat, kata Menteri Kepresidenan Panama Roberto Henriquez. Ia menambahkan ia berharap kerusuhan segera berhenti, setelah keputusan pemerintah untuk membatalkan peratuan yang memicu protes itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Jumat pagi, Presiden Panama Ricardo Martinelli mengatakan melalui akun Twitter-nya selama kunjungan di Vietnam bahwa ia akan membatalkan peraturan tersebut ketika ia kembali ke negerinya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X