Kompas.com - 20/10/2012, 06:02 WIB
EditorKistyarini

BEIRUT, KOMPAS.com — Warga Muslim Sunni turun ke jalan dan membakar ban di berbagai kota di Lebanon untuk memprotes terbunuhnya pejabat tinggi intelijen Brigjen Wissam al-Hassan dalam sebuah bom mobil di Beirut, Jumat (19/10/2012).

Para demonstran marah atas kematian al-Hassan, yang merupakan tokoh Sunni. Mereka memblokade jalan-jalan di wilayah lembah Bekaa, wilayah utara Akkar, yang bertetangga dengan Beirut dan di Kota Sidon. Terlihat sejumlah orang bersenjata di jalan-jalan. Mereka menyerang dan merusak mobil-mobil di beberapa area.

Sementara itu, di kota pantai Tripoli, kota terbesar yang terdekat dengan Lebanon, suara tembakan terdengar dari distrik Bab al-Tabbaneh, yang juga wilayah kaum Sunni.

Orang-orang bersenjata di distrik itu sering terlibat baku tembak dengan Jebel Mohsen, sebuah area yang mayoritas penduduknya dari sekte Alawite, seperti Presiden Suriah Bashar al-Assad. Menurut saksi mata di dua distrik di Beirut, para demontran yang marah mulai melempari mobil-mobil yang lewat.

Puluhan pendukung gerakan Future yang anti-Assad turun ke jalan dan membakar ban-ban untuk memutus akses-akses penting di berbagai provinsi di timur, selatan, dan utara Lebanon.

Sementara itu, jalan yang menghubungkan Tripoli, kota terbesar di sebelah utara Lebanon, serta perbatasan dengan Suriah ditutup oleh para demonstran. Tiga bom dilontarkan oleh sejumlah orang tak dikenal di kota itu. Tidak ada korban dalam kejadian ini.

Sebagian besar warga Sunni di Tripoli adalah anti-Assad, sementara kelompok minoritas Alawite mendukung rezim Damaskus.

Seperti diberitakan, sebuah bom mobil meledak di distrik Ashrafieh, Beirut, dan menewaskan delapan orang, termasuk Brigjen Wissam al-Hassan, serta melukai puluhan orang lainnya, Jumat.

Berbagai kalangan di Lebanon langsung menuding rezim Suriah berada di balik serangan mematikan tersebut. Sebab, al-Hassan merupakan salah satu tokoh yang anti-Assad. Al-Hassan juga memimpin penyelidikan atas rencana serangan teroris di Lebanon yang berujung pada penangkapan mantan Menteri Informasi Michel Samaha yang dikenal sebagai orang dekat Bashar al-Assad.

Lebanon sangat terpecah-pecah terkait pemberontakan di Suriah. Faksi pro-Barat dan March 14 yang anti-Assad sangat menentang Assad. Di pihak lain kelompok Syiah Lebanon dengan gerakan Hizbullah-nya sangat dekat dengan Damaskus.

Suriah pernah menguasai negara tersebut secara politik dan militer selama 30 tahun. Suriah menarik tentaranya dari Lebanon menyusul pembunuhan mantan perdana menteri Rafiq Hariri.

Masyarakat dan para analis sebelumnya memperingatkan bahwa konflik di Suriah bisa melebar ke Lebanon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.