Kompas.com - 19/10/2012, 17:28 WIB
EditorErvan Hardoko

PARIS, KOMPAS.com - Sehari setelah memblokir akun milik sebuah kelompok neo-Nazi di Jerman, Twitter menghadapi masalah hampir serupa di Perancis, Jumat (19/10/2012).

Persatuan Pelajar Yahudi Perancis (UEJF) mengatakan tengah mendaftarkan gugatan terhadap situs mkro blog itu. Mereka menuntut Twitter segera mencabut pesan-pesan berbau anti-semit yang marak muncul di Perancis belakangan ini dengan hashtag #unbonjuif.

Hashtag itu -yang artinya adalah "Orang Yahudi yang Baik"- menjadi salah satu trending topic Twitter berbahasa Perancis. Sayangnya, komentar-komentar yang mengikuti hashtag ini tak jarang yang bernada kasar misalnya: "Seorang Yahudi yang baik bisa memompa rodamu dengan hidungnya."

"Ini adalah api yang harus kami padamkan. Kami ingin menghentikan kebencian ini," kata kuasa hukum UEJF, Stephane Lilti.

Pada Kamis (18/10), Twitter memblokir sebuah akun milik kelompok neo-Nazi menyusul permintaan kepolisian Jerman. Ini adalah kali pertama Twitter menutup akun penggunakan karena permintaan sebuah lembaga negara.


Sementara itu, untuk mengurangi dan membatasi komentar-komentar yang tak diinginkan, tahun ini Twitter meluncurkan perangkat yang bisa memblokir sebuah konten di sebuah negara, ketimbang menghapus komentar yang sudah diunggah.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X