Hujan Kurangi Asap dan Titik Api

Kompas.com - 09/10/2012, 03:55 WIB
Editor

Palangkaraya, Kompas - Hujan deras tiga hari berturut-turut hingga Senin (8/10), di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, membuat kabut asap berangsur-angsur menghilang. Jumlah titik api pun menurun.

Koordinator Pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Budi Harsoyo, di Palangkaraya, mengatakan, titik api menurun dari 22 titik pada 4 Oktober 2012 menjadi 7 titik pada 5 Oktober, serta masing-masing satu titik pada 6 dan 7 Oktober.

”Kabut asap juga berkurang. Kami terus melakukan hujan buatan, terutama di Palangkaraya dan daerah-daerah sekitarnya,” tutur Budi. Pada Sabtu sore, hujan deras turun. Hujan kembali terjadi Minggu malam, dilanjutkan pada Senin pagi.

Seminggu terakhir, penerbangan untuk melaksanakan hujan buatan dilakukan di selatan, tenggara, dan barat daya Kalteng.

Cuaca basah diprediksi terjadi sepekan mendatang. Budi menjelaskan, pihaknya tetap melakukan modifikasi cuaca yang bertujuan membuat hujan jatuh lebih cepat disertai dengan penambahan intensitas curah air. Hujan buatan dikondisikan turun ke daerah yang diinginkan.

”Kalau tak ada modifikasi cuaca, hujan tidak terlalu deras dan jatuhnya belum tentu di tempat yang diinginkan,” ujarnya.

Pilot pesawat hujan buatan dan Komandan Skuadron Udara 4 Malang Mayor (Pnb) Tio Hutapea menjelaskan, sejak hujan buatan di Kalteng dimulai pada 28 Agustus 2012 hingga hari ini, tim TNI AU bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan 58 penerbangan.

Situasi yang membaik juga tampak di Kalimantan Selatan. Hujan yang turun hampir merata Senin lalu cukup manjur menghapus kabut asap. Hujan yang turun beberapa jam ini pun belum bisa dijadikan patokan apakah pembuatan hujan buatan tetap dilaksanakan atau urung.

Komandan Tim Manggala Agni Daerah Operasional 3 Zulkarnaen mengatakan, hujan kali ini turun hampir merata di Kalsel. Akibatnya, kabut asap di beberapa wilayah yang sebelumnya terlihat cukup pekat, seperti di daerah gambut Kabupaten Banjar, sepanjang Landasan Ulin di Banjarbaru, ataupun di Kota Banjarmasin, menjadi bersih.

Pembakaran mereda

Kebakaran lahan dan hutan, yang sempat meluas di sejumlah wilayah di Aceh pada Juni-September, saat ini perlahan surut seiring dengan mulai redanya kegiatan pembakaran lahan. Namun, pemerintah dan masyarakat diminta tetap waspada karena cuaca ekstrem masih terjadi di sebagian besar wilayah Aceh.

Pengamat cuaca Stasiun Klimatologi Blang Bintang, Aceh Besar, Rahmat Tauladani, mengungkapkan, dari citra satelit yang terpantau, dalam seminggu terakhir tak terlihat adanya titik api di wilayah Aceh. Di kawasan barat dan selatan Aceh yang selama ini rawan kebakaran pun juga tak ada titik api. (WER/BAY/HAN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.