Pasukan Kenya Desak Al-Shabab

Kompas.com - 30/09/2012, 03:44 WIB
Editor

MOGADISHU, SABTU - Sehari setelah serangan pasukan militer Kenya, anggota milisi pemberontak Al-Shabab menarik diri dari kota pelabuhan penting, Kismayo, Somalia. Menurut sejumlah penduduk Kismayo, Sabtu (29/9) pagi, mereka mendapati banyak kantor polisi dan pemerintah, yang sebelumnya menjadi markas Al-Shabab, ditinggalkan kosong.

Akibatnya, terjadi kekosongan kekuasaan yang memicu aksi penjarahan oleh kelompok kriminal yang memanfaatkan situasi kacau. ”Mereka (milisi Al-Shabab) telah menarik diri keluar kota. Sekarang kota ini tidak berada di bawah kontrol siapa pun,” ujar Mohamed Hassan, warga Kismayo.

Masyarakat Kismayo mengaku lega setelah milisi yang sejak Februari lalu bergabung dengan kelompok teroris global Al Qaeda itu diusir keluar. Kelompok Al-Shabab tidak disukai masyarakat karena sangat konservatif. Mereka tidak ragu menjatuhkan hukuman kepada siapa saja yang dianggap melanggar aturan agama di depan umum.

Serangan

Sejumlah saksi mata menyebut kontak senjata antara kelompok Al-Shabab dan pasukan militer Kenya yang dikerahkan Uni Afrika untuk membantu Pemerintah Somalia mulai terdengar Jumat malam. Pertempuran berawal dari pantai, sekitar 4 kilometer dari pusat kota.

Suara helikopter terdengar hilir mudik di angkasa. Setelah menguasai pantai, pasukan Kenya bergerak menuju pusat kota dengan menyisir dari sisi barat. Menurut juru bicara militer Kenya, Kolonel Cyrus Oguna, sedikitnya lima anggota Al-Shabab tewas.

”Dalam pertempuran itu, dua komandan mereka (Al-Shabab) juga tewas. Saat ini kami masih mempelajari, apa benar mereka telah meninggalkan kota. Kami masih menganggap hal itu sebatas teori,” ujar Oguna.

Sementara itu, saksi mata lain juga menyebutkan, pasukan Kenya yang kemudian bergabung dengan militer Somalia menyerbu dan membombardir istana kepresidenan.

Istana kepresidenan itu diketahui sebagai basis utama pasukan Al-Shabab. Lokasinya di puncak bukit dan jauh dari perumahan penduduk.

Penarikan mundur Al-Shabab dari Kismayo dikonfirmasi kelompok tersebut lewat akun jejaring sosial Twitter. Kelompok yang menentang pemerintah Mogadishu itu telah berkuasa selama lima tahun terakhir di Kismayo. Mereka juga mengklaim akan membalas dendam dengan balik menyerang Kismayo dan menjadikan kota itu sebagai medan pertempuran melawan pasukan penjajah.

”Kami memindahkan para pejuang kami keluar Kismayo tengah malam. Musuh silakan saja masuk. Nanti kami akan jadikan (Kismayo) medan pertempuran,” ujar juru bicara Al-Shabab, Sheikh Ali Mohamud Rage.

Stasiun radio milik Al-Shabab, Andalus, juga terus berupaya agar masyarakat bergabung dengan mereka. Radio itu juga menyebut pasukan Al-Shabab sukses menghancurkan kendaraan dan mengusir pesawat musuh.(AP/REUTERS/DWA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.